Republika. Selasa, 27 Mei 2008

Ilmuwan serba bisa. Julukan itu rasanya amat pantas disandang Nasiruddin Al-Tusi. Sumbangannya bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern sungguh tak ternilai besarnya. Selama hidupnya, ilmuwan Muslim dari Persia itu mendedikasikan diri untuk mengembangkan beragam ilmu seperti, astronomi, biologi, kimia, matematika, filsafat, kedokteran, hingga ilmu agama Islam.

Sarjana Muslim yang kemasyhurannya setara dengan teolog dan filsuf besar sejarah gereja, Thomas Aquinas, itu memiliki nama lengkap Abu Ja’far Muhammad ibn Muhammad ibn Al-Hasan Nasiruddin Al-Tusi. Ia terlahir pada 18 Februari 1201 M di kota Tus yang terletak di dekat Meshed, sebelah timur laut Iran. Sebagai seorang ilmuwan yang amat kondang di zamannya, Nasiruddin memiliki banyak nama antara lain, Muhaqqiq Al-Tusi, Khuwaja Tusi, dan Khuwaja Nasir.

Nasiruddin lahir di awal abad ke-13 M, ketika dunia Islam tengah mengalami masa-masa sulit. Pada era itu, kekuatan militer Mongol yang begitu kuat menginvansi wilayah kekuasaan Islam yang amat luas. Kota-kota Islam dihancurkan dan penduduknya dibantai habis tentara Mongol dengan sangat kejam.

Menurut JJ O’Connor dan EF Robertson, pada masa itu dunia diliputi kecemasan. Hilangnya rasa aman dan ketenangan itu membuat banyak ilmuwan sulit untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Nasiruddin pun tak dapat mengelak dari konflik yang melanda negerinya. Sejak kecil, Nasiruddin digembleng ilmu agama oleh ayahnya yang berprofesi sebagai seorang ahli hukum di Sekolah Imam Keduabelas.

Selain digembleng ilmu agama disekolah itu, Nasiruddin juga mempelajari beragam topik ilmu pengetahuan lainnya dari sang paman. Menurut O’Connor dan Robertson, pengetahuan tambahan yang diperoleh dari pamannya itu begitu berpengaruh pada perkembangan intelektual Nasiruddin. Pengetahuan pertama yang diperolehnya dari sang paman antara lain; logika, fisika, dan metafisika.

Selain itu, Nasiruddin juga mempelajari matematika pada guru lainnya. Ia begitu tertarik pada aljabar dan geometri. Ketika menginjak usia 13 tahun, kondisi keamanan kian tak menentu. Pasukan Mongol dibawah pimpinan Jengis Khan yang berutal dan sadis mulai bergerak cepat dari Cina ke wilayah barat. Sebelum tentara Mongol menghancurkan kota kelahirannya, dia sudah mempelajari dan menguasai beragam ilmu pengetahuan.

Untuk menimba ilmu lebih banyak lagi, Nasiruddin hijrah dari kota kelahirannya ke Nishapur - sebuah kota yang berjarak 75 km di sebelah barat Tus. Di kota itulah, Nasiruddin menyelesaikan pendidikannya filsafat, kedokteran, dan matematika. Dia sungguh beruntung, karena bisa belajar matematika dari Kamaluddin ibn Yunus. Kariernya mulai melejit di Nishapur. Nasiruddin pun mulai dikenal sebagai seorang sarjana yang hebat.

Pada tahun 1220 M, invasi militer Mongol telah mencapai Tus dan kota kelahiran Nasiruddin pun dihancurkan. Ketika situasi keamanan tak menentu, penguasa Ismailiyah Nasiruddin ‘Abdurrahim mengajak sang ilmuwan itu untuk bergabung. Tawaran itu tak disia-siakannya. Nasiruddin pun bergabung menjadi salah seorang pejabat di Istana Ismailiyah. Selama mengabdi di istana itu, Nasiruddin mengisi waktunya untuk menulis beragam karya yang penting tentang logika, filsafat, matematika, serta astronomi. Karya pertamanya adalah kitab Akhlag-i Nasiri yang ditulisnya pada 1232 M.

Pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan - cucu Jengis Khan - pada tahun 1251 M akhirnya menguasai Istana Alamut dan meluluh-lantakannya. Nyawa Nasiruddin selamat, karena Hulagu ternyata sangat menaruh minat terhadap ilmu pengetahuan. Hulagu yang dikenal bengis dan kejam memperlakukan Nasiruddin dengan penuh hormat. Dia pun diangkat Hulagu menjadi penasihat di bidang ilmu pengetahuan.

Meski telah menjadi penasihat pasukan Mongol, sayangnya Nasiruddin tak mampu menghentikan ulah dan kebiadaban Hulagu Khan yang membumi hanguskan kota metropolis intelektual dunia, Baghdad, pada tahun 1258 M. Terlebih, saat itu Dinasti Abbasiyah berada dalam kekuasaan Khalifah Al-Musta’sim yang lemah. Terbukti, militer Abbasiyah tak mampu membendung gempuran pasukan Mongol.

Meski tak mampu mencegah terjadinya serangan bangsa Mongol, paling tidak Nasiruddin bisa menyelamatkan dirinya dan masih berkesempatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. “Hulagu sangat bangga karena berhasil menaklukkan Baghdad dan lebih bangga lagi karena ilmuwan terkemuka seperti Al-Tusi bisa bergabung bersamanya,” papar O’Connor dan Robertson dalam tulisannya tentang sejarah Nasiruddin.

Hulagu juga amat senang, ketika Nasirrudin mengungkapan rencananya untuk membangun Observatorium di Maragha. Saat itu, Hulagu telah menjadikan Malagha yang berada di wilayah Azerbaijan sebagai ibu kota pemerintahannya. Pada tahun 1259 M, Nasiruddin pun mulai membangun observatorium yang megah. Jejak dan bekas bangunan observatorium itu masih ada hingga sekarang.

Observatorium Maragha mulai beroperasi pada tahun 1262 M. Pembangunan dan operasional observatorium itu melibatkan sarjana dari Persia dibantum astronom dari Cina. Teknologi yang digunakan di observatorium itu terbilang canggih pada zamannya. Beberapa peralatan dan teknologi penguak luar angkasa yang digunakan di observatorium itu ternyata merupakan penemuan Nasiruddin, salah satunya adalah ‘kuadran azimuth.’

Selain itu, dia juga membangun perpustakaan di observatorium itu. Koleksi bukunya tebilang lengkap, terdiri dari beragam ilmu pengetahuan. Di tempat itu, Nasiruddin tak cuma mengembangkan bidang astronomi saja. Dia pun turut mengembangkan matematika serta filsafat.

Di Observatorium yang dipimpinnya itu, Nasiruddin Al-Tusi berhasil membuat tabel pergerakan planet yang sangat akurat. Kontribusi lainnya yang amat penting bagi perkembangan astronomi adalah kitab Zij-i Ilkhani yang ditulis dalam bahasa Persia dan lalu diterjemahkan dalam bahasa Arab. Kitab itu disusun setelah 12 tahun memimpin obeservatorium Maragha.

Selain itu, Nasiruddin juga berhasil menulis kitab terkemuka lainnya berudul Al-Tadhkira fi’ilm Al-hay’a (Memoar Astronomi). Nasiruddin mampul memodifikasi model semesta episiklus Ptolomeus dengan prinsip-prinsip mekanika untuk menjaga keseragaman rotasi benda-benda langi

Nasiruddin meninggal dunia pada 26 Juni 1274 M di Baghdad. Meski begitu, jasa dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan masih tetap dikenang. Namanya, dibadikan mejadi salah satu nama kawah di bulan.

Makkah, bulan Rajab tahun ketujuh Sebelum Hijrah (SH)/615 M. Di tengah kegelapan malam yang mencekam, 11 pria dan empat wanita sahabat Rasulullah SAW mengendapendap meninggalkan Makkah. Dua perahu yang terapung di Pelabuhan Shuaibah siap mengantarkan mereka menuju ke sebuah negeri untuk menghindari kemurkaan dan kebiadaban kafir quraisy.

Negeri yang mereka tuju itu bernama Abessinia dan kini dikenal sebagai Ethiopia - sebuah kerajaan di daratan Benua Afrika. Para sahabat itu hijrah ke Abessinia atas saran Rasulullah SAW.

Inilah proses hijrah pertama yang dilakukan kaum Muslimin, sebelum peristiwa hijrah ke Madinah. Di antara sahabat yang hijrah ke Ethiopia itu antara lain; Usman bin Affan beserta isterinya Ruqayyah yang juga puteri Rasulullah SAW serta sahabat dekat lainnya.

Perjalanan para sahabat ke negeri Ethiopia itu dipimpin Usman bin Maz’un. Setelah mengarungi ganasnya gelombang Laut Merah, lima belas sahabat Rasulullah itu akhirnya terdampar di Ethiopia yang kala itu dipimpin seorang raja bernama Najasyi orang Arab menyebutnya Ashama ibnu Abjar.

Mereka disambut dengan penuh keramahan dan persahabatan. Inilah kali pertama ajaran Islam tiba di Afrika. Raja Ethopia lalu menempatkan mereka di Negash yang terletak di sebelah utara Provinsi Tigray. Wilayah itu lalu menjadi pusat penyebaran Islam di Ethiopia yang masuk dalam bagian Afrika Timur. Setelah tiga bulan menetap di Ethiopia dan mendapat perlindungan, para sahabat mencoba kembali pulang ke kampung halamannya, Makkah. Namun, situasi keamanan Makkah ternyata belum aman.

Rasulullah SAW lalu memerintahkan umat Muslim untuk kembali ke Ethiopia untuk yang kedua kalinya. Jumlah sahabat yang hijrah pada gelombang kedua itu terdiri dari 80 sahabat. Rasulullah pun berpesan kepada para sahabat untuk menghormati dan menjaga Ethiopia. Orang kafir Quraisy lalu mengirimkan utusannya, Amr bin Ash dan Imarah bin Walid menghadap Raja Ethiopia. Keduanya meminta agar Raja Najasyi mengusir umat Islam dari tanah Ethiopia.

Permintaan orang kafir Quraisy itu ditolak raja Ethopia dan para sahabat tetap tinggal di negeri itu hingga Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Tak semua sahabat kembali berkumpul dengan Rasulullah SAW, sebagian di antara mereka memutuskan untuk menetap di Ethiopia. Mereka lalu menyebarkan agama Islam di wilayah Timur ‘benua Hitam’ itu.

Perlahan namun pasti agama Islam pun mulai berkembang di Ethiopia. Pada mulanya, Islam berkembang di wilayah pesisir selatan Afrika, khususnya dari Somalia. Setelah itu banyak penduduk Ethiopia yang memutuskan untuk memeluk agama Islam. Berkembang pesatnya agama Islam di Ethiopia tak berjalan mulus dan mendapatkan perlawanan dari Umat Nasrani yang berada di wilayah utara Ethiopia seperti Amhara, Tigray, serta Oromo.

Meskipun orang-orang Oromo seharihari mempraktikan tradisi Waaqa yang dipengaruhi budaya Islam, kenyataannya mereka tak suka Islam berkembang di Ethiopia. Sejarawan Ulrich Braukamper berkomentar, ‘’Ekspansi yang dilakukan orang non-Muslim Oromo yang dilakukan selama berabad-abad di wilayah selatan Ethiopia bertujuan untuk menghapuskan Islam dari kawasan itu.’’

Namun, upaya itu tak pernah berhasil. Hingga kini Islam tetap eksis dan menjadi agama terbesar kedua di Ethiopia, setelah Nasrani. Berdasarkan sensus pada tahun 1994, jumlah penduduk Muslim di Ethiopia mencapai 32,8 persen dari total populasi di negera itu. Mayoritas umat Islam di negeri itu kebanyakan berada di Somalia, Afar, serta Oromo. Selain itu, umat Islam juga tersebar di Amhara, Tigray, dan Gurage.

Umat Islam mencapai kejayaannya di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Nasrani itu, saat mampu mendirikan kesultanan Muslim. Beberapa kesultanan Muslim yang pernah berkuasa di Ethiopia itu antara lain; Kesultanan Adal di timur Ethiopia; Kesultanan Aussa di timur laut Ethiopia; Kesultanan Harar di timur Ethiopia; Kesultanan Ifat di timur Ethiopia; serta Kesultanan Shewa di Ethiopia tengah.

Setelah meredupnya kejayaan kesultanan Muslim di Ethiopia, posisi umat Islam kian terhimpit. Kondisi mengenaskan itu mulai terjadi ketika di penghujung 1890-an, Raja Yohanes IV mengeluarkan kebijakan untuk mengkristenkan Ethiopia. Akibat kebijakan yang diwarnai kekejian itu, banyak umat Muslim yang akhirnya memiliki keyakinan ganda. Siang hari mereka berpurapura mengaku Kristen, namun pada malam hari mereka menjadi Islam dan melakukan ibadah.

Prinsip ini dalam Islam dikenal dengan nama Taqiah atau menyembunyikan keyakinan diri demi keselamatan diri. Strategi kaum Muslim Ethiopia yang menutupi keyakinan yang sebenarnya itu ditulis secara menarik oleh Najib Kailani dalam novelnya yang berjudul Bayang-Bayang Hitam. Sebagian Muslim yang tak mau taqiah (menyembunyikan keyakinan), akhirnya memilih hijrah ke tempat lain.

Mereka mulai membanjiri wilayah perbatasan menuju Hijaz. Namun, ada juga yang tak mau taqiah tapi tetap menetap di Ethiopia. Mereka yang memilih sikap untuk menunjukkan jati diri keislamannya itu lalu disebut penguasa sebagai pemberontak. Mereka adalah umat Islam yang tak mau kompromi dengan urusan tauhid dan iman.

Para ulama dan umat Islam pun bangkit menolak perlakukan Raja Yohanes IV. Ulama pertama yang angkat senjata melawan kebijakan penghapusan Islam dari Ethiopia itu adalah Ali Adam. Ulama yang disegani itu memulai perjuangannya di Shawa. Bersama pengikutnya, dia dihadang tentara bentukan Raja Yohanes IV di Wahelo, kawasan sebelah barat laut danau Hayk. Di tempat ini Shaikh Ali Adam dan pengikutnya syahid.

Setelah Syaikh Ali Adam, muncul Thalha. Dia memimpin perlawanan terhadap pemaksaan pemurtadan. Dia juga yang menentang perintah membangun gereja yang ditujukan kepada umat Islam. Pemberontakan mengakibatkan gereja yang dibangun umat Islam hancur berantakan. Kelompoknya juga berhasil mengalahkan pasukan kerajaan Yohanes yang dipimpin Ras Mikael.

Hingga kini umat Islam Ethiopia tengah berjuang untuk menuntut hak hidupnya sebagai umat beragama. Akankah toleransi dan saling hormat yang seperti yang diperlihatkan Rasulullah SAW dengan Raja Ethiopia, Najasyi, akan kembali hadir di negeri itu?

Republika. Minggu. 25 Mei 2008

Kanker. Setiap kali mendengar jenis penyakit yang satu ini, kengerian selalu muncul. Kebanyakan orang bahkan menganggap, kanker tak ubahnya lonceng kematian.

Faktanya, tak selalu begitu. Bila ditemukan pada stadium dini, kanker pun bisa disembuhkan. Hanya saja, sebagian besar kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut, sehingga upaya penyembuhan menjadi sulit. Dalam keadaan seperti ini, penderita kerap kali tak tertolong.

Siapapun tentu tak ingin terkena penyakit ganas ini, bukan? Sejatinya, ada cara mudah dan murah untuk menangkal kanker, yakni dengan menerapkan pola makan sehat.

Kelihatannya memang sederhana. Namun, di balik kesederhanaan ini, terkandung manfaat yang sangat besar. Berbagai studi menunjukkan, zat-zat gizi dan zat-zat bioaktif dalam makanan kita sehari-hari dapat mencegah kanker, menghambat perjalanan keganasannya serta menghalangi kekambuhannya. Pada saat yang sama, ada juga bagian dari bahan pangan yang bersifat memicu kanker (karsinogenik) dan karenanya harus dihindari. Di sinilah pengaturan makanan (diet) menjadi penting.

Seperti dikatakan Prof Dr dr Endang Purwaningsih MPh SpGK dari Bagian Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, diet dan zat gizi memegang peran penting dalam mencegah berbagai penyakit termasuk kanker. Kajian epidemiologi menunjukkan, lebih dari sepertiga kanker secara potensial dapat dicegah dengan memodifikasi diet.

Diet tinggi fitosterol misalnya, diyakini bermanfaat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, mencegah penyakit jantung, juga menurunkan risiko kanker payudara dan usus besar. Fitosterol merupakan komponen fitokimia yang memiliki fungsi berlawanan dengan kolesterol bila dikonsumsi oleh manusia. Fitosterol terkandung pada bahan-bahan nabati seperti minyak nabati, sereal, sayuran dan buah-buahan.

Saat ini, kata Endang, makin banyak temuan di bidang ilmu gizi yang menunjukkan potensi bahan pangan maupun herbal sebagai pro atau anti karsinogenik. Isotiosianat pada brokoli dan kol dilaporkan dapat menghambat aktivitas metabolisme berbagai zat yang dapat memicu kanker (karsinogen). ”Saponin pada ginseng dan kedelai juga memiliki aktivitas antimutagenik dan antikarsinogenik,” kata Endang dalam seminar yang diselenggarakan Yayasan Kanker Cabang Sleman, Yogyakarta, belum lama ini.

Piramid pedoman makanan
Kunci utama diet pencegahan kanker adalah diversifikasi pangan, khususnya asupan sayur, buah dan serealia. Sebagai pedoman untuk mengatur makanan yang kita asup sehari-hari, Endang memperkenalkan piramid pedoman makan. Menurut dia, ini merupakan model visual tentang pedoman diet sehat yang berisi keberagaman pangan dan proporsi harian yang diperlukan. Dikaitkan dengan diet pencegahan kanker, pedoman ini dijabarkan sebagai pembatasan lemak dan menggantinya dengan bahan pangan kaya karbohidrat kompleks, mengonsumsi sayur dan buah segar secara ekstensif dengan memerhatikan tingkat kejenuhan lemak serta kandungan serat dari makanan.

Dalam upaya mencegah kanker, The American Institute For Cancer Research juga telah meluncurkan rekomendasi diet dan gaya hidup sehat. Seperti apa rekomendasi itu? Endang menjelaskan, rekomendasi tersebut dapat dijabarkan dalam empat hal, yaitu:

* Konsumsi makanan sehat bervariasi, terutama dari tumbuh-tumbuhan. Dalam hal ini, disarankan mengonsumsi buah dan atau sayur sebanyak lima porsi per hari atau lebih. ”Pilih whole grain (biji-bijian utuh) dan batasi konsumsi daging merah,” kata Endang.

* Terapkan gaya hidup sehat. Termasuk dalam poin ini adalah aktif secara fisik. Jangan lupa, masaklah dan simpan makanan secara aman.

* Jaga berat badan ideal sepanjang hidup. Pilihlah makanan yang rendah lemak dan rendah garam.

* Batasi konsumsi alkohol.

Jika mencermati rekomendasi itu, rasa-rasanya mencegah kanker bukanlah perkara sulit, apalagi jika Anda punya tekad yang kuat. Bukan begitu?

Terapi Gizi pada Penderita Kanker

Penurunan berat badan berlebihan, malnutrisi, dan keadaan kurus kering karena kekurangan gizi (kakeksia) kerap dijumpai pada penderita kanker. Kondisi seperti itu tentu dapat memengaruhi hasil pengobatan. Bahkan, malnutrisi dan kakeksia tak jarang menyebabkan kematian penderita kanker. ”Untuk mencegah kesakitan akibat terapi dan kematian karena kanker, penderita perlu mendapatkan diet yang memadai (terapi suportif gizi),” kata Prof Dr dr Endang Purwaningsih MPh SpGK.

Berikut adalah beberapa cara pemberian nutrisi pada penderita kanker:
1. Melalui mulut
Pemberian nutrisi melalui mulut merupakan cara yang paling disukai. Cara pemberian seperti ini dilakukan bila tidak ada gangguan penyerapan makanan dalam saluran cerna. Pada penderita kanker yang mengalami anoreksia dan gangguan pada indera pengecap, pemberian makanan lewat mulut justru dapat menimbulkan masalah.
Ada beberapa hal yang patut diperhatikan ketika memberikan asupan nutrisi lewat mulut. Hal-hal itu adalah:

* Penyajian makanan harus ‘cantik’ sehingga dapat membangkitkan nafsu makan. * Makanan diberikan sediki-sedikit tetapi sering, sehingga jumlah kalori dapat dipenuhi dengan cara yang tidak memberatkan. Cara ini terbukti memberi hasil pada sebagian besar pasien.
* Terapkan diet tinggi energi/kalori dan protein.
* Pada penderita dengan gangguan indera pengecap dapat diatasi dengan pemberian bumbu lebih banyak pada pengolahan dan penyajian. Makanan hendaknya disajikan dalam bentuk dan aroma yang menarik.
* Penderita dengan ganguan menelan, berikan makanan yang mudah ditelan misalnya ditambah kuah, lunak, makanan dicincang/digiling/disaring. Rasa, jenis makanan, dan penyajian harus diupayakan sesuai dengan selera pasien.
* Penderita yang juga mengalami sariawan, berikan makanan yang lembut agar mudah ditelan. Hindari makanan merangsang, semisal terlalu panas, berbumbu tajam, atau terlalu asam.

2. Melalui pipa
Bila pemberian makanan melalui mulut tidak dapat diterima atau belum memungkinkan, maka dipertimbangkan pemberian makanan dengan cara lain, salah satunya lewat pipa.
Menurut Endang, pemberian makanan melalui pipa paling sering digunakan karena lebih mudah. ”Pipa dapat juga bermuara di lambung maupun usus halus tergantung lokasi tumor.”
Menurut Endang, upaya memberikan makanan melalui saluran cerna harus tetap dilakukan untuk memelihara saluran cerna, memelihara aktivitas fisik dan enzim saluran cerna. Selain itu, pemberian makanan melalui saluran cerna juga bermanfaat untuk mempertahankan sistem imunitas saluran cerna, memelihara keseimbangan flora usus, dan meningkatkan hasil kemoterapi serta radioterapi.

3. Melalui pembuluh darah balik
Pemberian nutrisi melalui darah balik (parenteral) dilakukan dengan bantuan kateter. Cara ini memang cukup berisiko, namun pada keadaan tertentu cara ini perlu dipertimbangkan, misalnya pada penderita dengan gangguan penyerapan, gangguan fungsi saluran cerna, dan pemotongan usus yang luas.

Pemberian nutrisi melalui darah balik pernah dipantau secara ketat. ”Selain mahal, juga karena efek samping cukup besar,” ujar Endang. Cairan atau bahan nutrisi yang dimasukkan melalui pembuluh darah balik dapat menyebabkan iritasi pada pembuluh darah. Itu mengapa, untuk pemberian jangka panjang, kateter biasanya dimasukkan ke dalam pembuluh darah balik yang besar, misalnya vena subclavia. Selain usaha-usaha di atas, penanggulangan kakeksia pada penderita kanker juga dapat diupayakan melalui pengobatan farmakologis.

Kompas. Kamis, 1 Mei 2008

Suhu rata-rata Danau Baikal, danau air tawar terbesar di Asia dan terdalam di dunia yang terletak di Siberia, Rusia mengalami kenaikan lebih cepat daripada kenaikan rata-rata suhu udara di dunia selama 60 tahun terakhir. Hal tersebut menyebabkan nasib hewan-hewan unik yang hidup di perairan tersebut dalam keadaan terancam punah.

Kenaikan suhu di danau tersebut mencapai 1,21 derajat Celcius sejak 1946 akibat perubahan iklim atau hampir tiga kali lebih cepat daripada kenaikan suhu udara global. Hal tersebut dikatakan Marianne More, seorang profesor di Wellesley College di Massachusetts, AS, salah satu penulis dari karya tulis ilmiah yang akan dipublikasikan dalam jurnal “Global Change Biology” edisi Mei 2008.

Danau yang mengalami perubahan temperatus secara cepat itu memiliki 20 persen ikan air tawar yang ada di dunia yaitu sekitar 2.500 spesies yang tak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. Bahkan, di antaranya terdapat satu-satunya anjing laut air tawar.

Jika tren naiknya temperatur tak dapat dicegah, lapisan es dapat hilang seluruhnya dari permukaan danau tersebut. Moore mengatakan, anjing laut air tawar yang membesarkan anak-anak mereka di atas lapisan es dapat sangat menderita karena hal tersebut. Anak-anak anjing laut air tawar juga lebih rentan terhadap serangan predator jika tak ada lagi gua-gua es sebagai tempat terlindungi.

“Perubahan dari mata rantai bahan makanan juga telah berubah. Jumlah zooplankton multiseluler yang biasanya hidup di air yang jauh lebih hangat telah meningkat menjadi 335 persen sejak 1946, sementara jumlah chlorophyl telah meningkat 300 persen sejak tahun 1979,” kata Moore. Selain itu jumlah diatom yang hidup di es yang kemudian mati dan menjadi makanan bagi organisma kecil yang hidup di dasar danau juga makin berkurang.

“Berkurangnya lapisan es akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan pemanasan global itu sendiri,” tandas Moore. Penemuan tersebut juga berarti hal yang lebih buruk dapat terjadi pada danau-danau yang lebih kecil lainnya. Selama ini, para ilmuwan berangapan volume air yang banyak di danau tak mudah terpengaruh dampak dari pemanasan global, namun kenyataanya sangat rentan.

oleh Eshira Okino

Air mata tak lagi terbendung

Saat negeri ini bersenandung dalam awan mendung

Tak kuasa diri menahan rintihan,

Ingin meneriakkan Bangkitlah Indonesia

Kapankah cobaan ini berhenti,

Kapan korupsi tak lagi ada

Kapan bencana tak lagi melanda

Hanya Allah yang tahu

Indonesia

Bangkitlah negeriku

Tunjukkan tajimu,

Nyaringkan aumanmu

Goreskan cakarmu

Airmata ini harus berhenti mengalir,

Tangisan rakyat harus berhenti menderu

Dosa ini harus segera habis

Tak harus ada lagi pertumpahan darah,

Bangkitlah tanah airku

Busungkan dadamu

Kepalkan tinjumu

Tegakkan kepalamu

Bangkitlah Indonesiaku

Hapuskan airmata

Hilangkan semua duka

Tebarkan cinta

Pupuskan semua dosa

Bangkitlah indonesiaku

Kembalikan jayamu

Ambil alih asetmu

Tunjukkan siapa dirimu

Pertahankan kehormatanmu

Jangan lagi harta kita diambil

Jangan lagi budaya kita dibajak

Jangan lagi hati kita dikoyak

Jangan lagi harga diri kita dihina

Jangan biarkan cinta itu hilang begitu saja

Markas seni, 23 mei 2008

Takdir terindah

Oleh Eshira Okino

Kita tak akan mampu lari dari kenyataan…
Biarkan semua takdir itu mengalir mengalir dalam arus yang deras…
Dimana tak ada satu kapalpun yang mampu melawan arusnya…..
Biarkan nada-nada kehidupan itu bersenandung….
Karena tak satu pun hal yang bisa merusak suaranya….
Biarkan jarum jam terus berputar memberikan petunjuk…
Karena tak ada jari yang mampu menghentikannya….
Hidup itu memang butuh perjuangan………..
Tapi biarkan dia mengalir dalam aliran yang telah ditetapkan…
Jangan biarkan hal bodoh menodai putihnya lembaran kehidupan….
Jangan percaya dengan kebohongan dunia yang menghanyutkan….
Biarkan dunia berlenggang-lenggok selama kita tak larut dalam kegelapan….
Putaran dunia tak akan selamanya membuat kita selalu berada di bawah…
Ada saatnya dunia memberikan hak dari penghuninya…..
Ketika penghuninya sadar apa yang akan mereka lalui….
Setelah mereka belajar tentang kedewasaan….
Saat itulah tak kan ada kesalahan kedua….
Tipuan pun tak akan mampu menghancurkan tembok nurani yang kokoh jika kita tahu apa yang kita dapat adalah bayaran atas segala tindakan…..
Saat itu pula kita akan membuka mata dari mimpi yang panjang…
Mimpi dengan segala angan yang terbang,…..
Lamunan panjang yang akan terus membayang…..
Harapan itu akan datang seiring dengan senyuman tipis untuk sebuah tantangan…
Kepalan tanganpun mampu meruntuhkan bujuk rayu setan…..
Keteguhan hati dan keimanan akan tetap berada dalam lingkaran…..
Ayunan langkah seolah telah mengantarkan kita menapaki jalan yang panjang…..
Carut marut dunia pun tak akan menghampiri angan-angan…..
Percayalah dengan hati nurani….
Hanya yakin dan percaya….
Bahwa takdir itu adalah hal terindah dalam hidup setiap insan di dunia..

Hacker atau Cracker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya , terutama keamanan.

Hacker pada masa ini memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa hacker-lah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (deafcing), menyisipkan kode-kode virus dsb. Cracker menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem.Hacker biasanya memandang segala sesuatu dengan cara yang tidak biasa sehingga dia akan menemukan sesuatu yang menarik dari sisi lain sebuah system.

Atas alasan ini biasanya para hacker dipahami dibagi menjadi 2 golongan White Hat Hackers (hacker yang sebenarnya) dan Black Hat Hackers (cracker), dimana pekerjaan yang dilakukannya berbeda.

White hat hacker adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada hacker yang secara etis menunjukkan suatu kelemahan dalam sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem tersebut.

Black hat hacker adalah mereka yang menerobos keamanan sistem komputer tanpa ijin, umumnya dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut. Salah satunya Kevin Mitnick adalah salah satu hacker yang keluar masuk penjara karena telah melakukan pencurian kartu kredit dan akses illegal jaringan

;;