Oleh : Niko Arise
Sekarang sudah hampir kepada babak yang menentukan. Ya! Apalagi kalau bukan UAN. Seperti yang penulis pernah utarakan dalam tulisan sebelumnya, UAN tetap saja menjadi momok siswa.
Mendekati hari-hari yang menegangkan dan sangat melelahkan, di raut muka sekolah tak tampak satu hal yang beda dari hari-hari sebelumnya. Suasana sekolah yang terletak agak jauh dari keramaian ini masih biasa-biasa saja. Sepertinya tak ada perjuangan untuk menghadapi babak grand final yang akan datang. Ada apakah gerangan?
Selidik punya selidik, ada hal lain yang cukup mencengangkan. Bukan hanya suasana yang begitu enjoy, tapi lihat saja sejak pagi hari. Jam sudah menunjukkan jam 07.30, siswa-siswa masih dengan santai berjalan melenggang-lenggok menuju sekolah. Seolah-olah mereka sekolah di tempat swasta, tanpa ada rasa cemas akan datang terlambat. Bukan hanya siswa saja, tapi guru juga sering terlambat, apalagi pada saat pergantian jam pelajaran. Selain itu, organisasi-organisasi sekolah tak satupun yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan. apalagi OSIS, sebagai sarana aspirasi siswa, seolah-olah mati suri.
Terlepas dari itu semua, hal ini adalah efek dari tak adanya figure seorang pemimpin di sekolah kami. Dengan kepergian seorang Drs. Erwin Umar M.Pd, menyebabkan perubahan yang sangat besar. Boleh dibilang kalau ini merupakan salah satu revolusi, namun satu revolusi yang bernilai negatif.
Bukannya penulis bermaksud terlalu membesar-besarkan nama mantan Kepala Sekolah SMA yang telah mendapat kepercayaan Dinas Pendidikan untuk menjalankan program SKS ini, bukan pula untuk menimbulkan negative image untuk terhadap guru dan siswa, tapi untuk situasi yang sangat rawan ini penulis mencoba beraspirasi untuk mencurahkan semua yang ada di sekitar lingkungan sekolah. SMA Negeri 1 IV Angkek sangat membutuhkan seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang bisa meng-handle sekolah yang namabnya telah dikenal di pelosok Sumbar. Seorang Guru yang bisa membawa siswanya memperoleh prestasi yang gemilang. Seorang Imam yang akan memimpin Makmum untuk beribadah.
Memang kesadaran yang hakiki itu datang dari lubuk hati yang paling dalam. Tapi, tak bisa dipungkiri bahwa kesadaran itu tak akan datang dengan sendirinya. Harus ada suatu acuan dan pengangan yang kokoh. Seperti padi, apabila kita cuma menyemaikan benih di sawah memang padi itu akan tumbuh. Tapi, tanpa ada perawatan dari seorang petani, padi itu tak akan menghasilkan beras yang berkualitas sempurna. Nah, seorang petani yang akan merawat padi inilah yang kami butuhkan.
Melalui tulisan ini, penulis berharap ada yang bisa mendengar bisikan di tengah keramaian ini, semoga orang-orang yang memiliki andil segera menempatkan Pemimpin di kerajaan ilmu pengetahuan kami. Tentu, dengan harapan pemimpin yang kami butuhkan bukan sembarang pilih, yang mampu menghadapi tantangan yang sangat keras, sehingga tak lagi terjadi vacuum of power di sekolah yang memiliki kenangan tersendiri bagi alumninya.
Label: Opinion
Oleh Niko Arise (calon peserta UN)
Siapa yang tidak tahu tentang UAN / UN ?. hampir semua kalangan, baik dari unsur pendidikan maupun non pendidikan mengetahui mengenai hal yang 2 tahun terakhir hangat dibicarakan pada beberapa media masa.
UN (Ujian Nasional) merupakan ajang penentuan nasib para siswa, terutama siswa SMA. Usaha dan perjuangan selama 3 tahun dipertaruhkan. Kelulusan siswa menentukan arah dan tujuan masa depan yang akan dihadapi. Boleh dikatakan UN adalah tiket pribadi yang akan datang.
Siswa dihadapkan atas ujian yang berat. Otak dan mental harus berkerja ekstra keras. Seseorang yang akan mengikuti kualifikasi ini harus mengisi amunisi sepenuh-penuhnya. Untuk itu diperlukan persiapan yang matang. Strategi, ilmu, kemampuan dan fisik harus siap tempur, karena semua hal tersebut berpengaruh terhadap kesiapan mengikuti UN. Walaupun kita siap secara materi pembelajaran, mental dan kesehatan juga dibutuhkan untuk mengikuti UN.
Persiapan dalam mengahadapi UN bukan berarti segala hal dihalakan. Kecurangan dalam UN tidak akan memberikan kontribusi besar, tetapi akan berefek negative terhadap diri sendiri. Hal ini disebabkan karena setelah UN akan diadakan SPMB, yang merupakan UN kedua.
Bagaimanakah pemerintah berperan dalam hal ini ? pemerintah bersama Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan berbagai kebijakan mengenai hal ini. Mulai dari menetapkan standar kelulusan yang dari tahun ke tahun meningkat, sampai ke standarisasi peralatan UN dengan kertas ABO dan pensil 2B. dalam hal ini, kita harus memandang efektivitas kebijakan–kebijakan tersebut.
Memandang suatu masalah tidak boleh hanya dari satu sisi. Hal itu juga berlaku disini. Berbagai kontroversial melanda masalah nasional tersebut. Akhir tahun pelajaran 2006/2007 indonesia dikejutkan dengan protes orang tua dan siswa tentang standar kelulusan yang tidak efektif. Bahkan yang lebih mengherankan salah seorang siswa yang menjadi pemenang olimpiade sains tingkat SMA tidak lulus UN.
Sedangkan pihak lain berpendapat bahwa standar kelulusan dengan 3 mata pelajaran merugikan siswa. Mereka berprinsip bahwa 3 mata pelajaran yang diujikan itu tidak bias menjadi standar karena belum tentu semua siswa ahli di bidang tersebut. Akibatnya mereka yang berkemampuan sedang namun menonjol di pelajaran lain bias terancam tidakj lulus. Ada yang berpendapat bahwa nilai yang diperjuangkan selama tiga tahun ,enjadi sia-sia hanya dalam 3 hari. Nada-nada sinis lainnya juga menghantui departemen pendidikan dan pemerintah.
Dari sekian banyak kebijakan mengenai UN, kita tidak perlu ambil pusing. Sejak kelas 1 SMA, siswa harus mempersiapkan diri secara matang. Selain itu juga dibutuhkan partisipasi orang tua, guru dan masyarakat untuk memberi dukungan kepada para peserta UN. Keberhasilan mereka adalah generai muda sebagai pilar-pilar bangsa.
Label: Opinion
1. ALKANA
Kegunaan alkana :
a. Bahan Bakar : elpiji, kerosin, bensin, dan solar.
b. Pelarut : ptrolium eter dan nafta digunakan sebagi pelarut dalam industri atau pencucian kering (Dry Cleaning).
c. Sumber Hidrogen : Industri Amonia dan pupuk.
d. Pelumas : alkan suku tinggi (jumlah karbon tiap molekulnya cukup besar) misalnya C18H38.
e. Bahan Baku Senyawa Organik lain : untuk sintesis berbagai senyawa organik seperti asam cuka, alkohol.
f. Bahan Baku Industri : minyak bumi dan gas alam untuk bahan baku plastik, deterjen, karet sintesis, minyak rambut, obat gosok.
2. ALKENA
Kegunaan alkuna :
Membuat karet sintesis, plastik dan alkohol.
3. ALKUNA
Kegunaan alkena :
Alkuna mempunai nilai ekonomis paling penting hanyalah etuna, yang disebut asetilena (C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
4. HALOALKANA
Haloalkana mempunyai kegunaan praktis dalam berbagai bidang, misalnya sebagai zat anestesi, perlarut, dan bahan antiseptik.
a. Sebagai Zat Anestesi
Kloroform (CHCl3) pernah digunakan sebagai obat bius karena menyebabkan kerusakan hati tetapi sekarang diganti dengan siklopropana(C3H6), bahan ini bersifat toksik(racun) dan digantikan lagi dengan Halotan yaitu 2-bromo-2-2kloro-1,1,1-trifluoroetana (CF3CHClBr), yang bersifat tidak toksik, tidak mudah terbakar dan lebih nyaman bagi pasien.
Kloroetana (C2H5Cl) digunakan sebagai anetesi lokal. Daya anestesi yang mudah menguap sehingga menurunkan suhu kulit dan membuat syaraf kurang sensitif.
b. Sebagai Antiseptik
Idioform (CHI3) adaah suatu zat berwarna kuning, bebau khas dan digunakan sebagai antiseptik
c. Sebagai Pelarut
Tetraklorometana(CCl4) adalah suatu zat cair tak berwarna. Zat ini digunakan untuk melarutkan lemak dan oli dan dalam pencucian kering (dry cleaning). Tetapi jika terpapar terlalu lama akan meyebabkan kerusakan hati dan ginjal.
d. Sebagai Pemadam Api
Alkan terhalogenasi sempurna seperti karbon tetraklorida, CCI4, dan bromoklorodifluorometana (BCF) dapat memadamkan api . zat-zat tersebut mempunyai massa jenis yang cukup besar sehingga dapat mengusir udara dan memadamkan api, tetapi pada suhu tinggi CCI4 dapat bereaksi dengan air membentuk fosgen (COCl2), suatu gas yang sangat beracun.
BCF juga dapat merusak ozon dilapisi statosfir sehingga penggunakan bahan tersebut dilarang.
e. Sebagai Klorofluorokarbon (CFC) dan Freon
Senyawa klorofluorokarbon (CFC) adalah suatu golongan senyawa sistesis yang mengandung karbon, klorin dan flourin. Senyawa ini bersifat stabil dan tidak mudah terbakar,tidak korosif, relatf tidak beracun, mudah dibuat, dan relatif murah. Contonya freon-11(CCl3F) dan freon-12(C2Cl2F2). Pada tahun 1970-an para ahli menyatak bahwa senyawa ini menyebabkan kerusakan lapisan ozon pada statosfir oleh sebab itu freon (CFC) dilarang penggunaannya.
f. Senyawa Haloalkana
Vinilklorida dan Kloroprena merupakan bahan dasar pada industri plastik dan karet sintesis.
5. ALKOHOL
Kegunaan alkoho :
a. Metanol
Pada suhu kamar, metanol berupa zat cair bening, mudah menguap dan berbau seperti alkohol biasa. Metanol tergolong zat yang sangat beracun. Dosis tunggal 30 mL dapat meyebabkan kebutaan permanen bahkan kematian. Keracunan metanol dapat juga terjadi karena menghirup uapnya ataupun terkena kulit. Kebutaan akibat keracunan metanol disebabkan oleh pembentukan formaldehida (HCHO) atau asam format (HCOOH) yang dapat merusak retina mata.
Sebagian besar produksi metanol diubah menjadi metanal (formaldehida) yang pada akhirnya digunakan untuk membuat plastik. Metanol dicampurkan dengan bensin sampai kadar 15% tanpa mengubah konstruksi mesin kendaraan. Pemabakaran Metanol lebih bersih daripada minyak bumi.
b. Etanol
Etanol adalah alkohol biasa dan merupakan alkohol yang paling banyak diproduksi. Pada suhu kamar, etanol berupa zat cair bening, mudah menguap dan berbau khas. Dalam kehidupan sehari-hari, etanol dapat kita temukan dalam spritus, dalam alkohol rumah tangga (alkohol 70 % yang digunakn sebagi pembersih luka), dal minuman beralkohol. Etanol bersifat memabukkan dan menyebabkan kantuk karena menekan aktivitas otas atas. Etanol juga besifat candu, orang yang sering minum alkohol akan menjadi ketagihan dan sukar untuk meninggalkan alkohol.
Alkohol teknis dibuat melalui fermentasi tetes tebu atau dari hidrasi etena dengan katalis asam sulfat pekat. Penggunaan alkohol teknis adalah untuk menbuat etanal(asetaldehida), sebagi pelarut, sebagai bahan bakar, dan untuk membuat berbagi jenis senyawa organik.
6. ALDEHIDA
Kegunaan aldehid :
a. Untuk membuat formalin. Formalin yaitu larutan 40% formaldehida dal air. Formalin digunakan untuk mengawetkan contoh biologi dan mengawetkan mayat tetapi tidak boleh digunakan untuk mengwetkan makanan.
b. Untuk membuat berbagai jenis termoset (plastik yang tidak meleleh pada pemanasan).
7. ETER
Kegunaan eter :
Sebagai pelarut dan obat bius (anestesi) pada operasi. Dietil eter adalah obat bius yang diberikan melalui pernafasan, metil ters-butil eter (MTBE) sebagai zat aditif bensin yaitu untuk menaikkan nilai oktan.
8. KETON
Keton yang paling banyak penggunaanya adalah propanon yang nama dagangnya adalah aseton. Kegunaan aseton antara lain adalah sebagai pelarut, khususnya untuk zat-zat non polar dan kurang polar. Dalam kehidupan sehari-hari, kaum wanita menggunakan untuk membersihkan pewarba kuku (kutek). Beberapa keton siklik merupakan bahan farfum karena bebrbau harum.
9. ASAM KARBOKSILAT
Kegunaan asam karboksilat :
a. Asam Format (Asam Semut)
Asam format adalah cairan tidak berwarna, berbau tajam, mudah larut dalam air, alkohol dan eter. Dalam jumlah kecil juga terdapat pada keringat. Dalam industri, asam format di buat dari karbon monoksida dengan uap air yang dialirkan melaui katalis (oksida logam) pada suhu sekitar 200C dan tekanan tinggi. Asam format tergolong asam lemah tetapi merupakan asam terkuat diantara asam alkanoat. Asam format banyak digunakan dalam industri tekstil, penyamakan kulit dandiperkebunan karet untuk menggumpalkan lateks (getah pohon karet).
b. Asam Asetat (Asam Cuka)
Asam asetat adalah asam yang terdapat dalam cuka. Kadar asam asetat yang terdapat dalam cuka makan sekitar 20-25%. Asam asetat murni yang disebut asam asetat glasial, merupakan cairan bening tak berwarna, berau sangat tajam, membeku pada suhu 16.60C, membentuk kristal yang menyerupai es atau kaca.
Label: Kimia
Shinta kembali geram untuk yang kesekian kalinya mendengar nama Lestari. Apa sih yang patut dibicarakan dari sosok gadis itu hingga sampai di kantin pun Mega masih menyebut-nyebut namanya.
Di mata Shinta, Lestari tidak lebih dari gadis kuper,bodoh dan kampungan. Itulah sebabnya Shinta heran ketika siswa-siswi sekolahnya tiba-tiba mendengungkan nama Lestari. Kalau cuma karena kemarin Lestari juara kelas, itu kan kebetulan, sedangkan dia sudah juara semenjak SD. Dan kalaupun Shinta sekarang berada di urutan ketiga itupun karena Shinta lagi apes. Apakah dengan dikalahkan Lestari tiga semester masih kebetulan ?
Ah, Shinta tak mau mempermasalahkannya. Baginya Lestari tidak ada apa-apanya
Sekalipun juara karena itu hanya merupakan kebetulan saja. Namun dirinya tetap lebih unggul. Dia kan lahir dari keluarga kaya sedangkan Lestari..? Tiap hari dari kelas dua dulu baju, roknya masih itu juga. Makin hari makin pudar.Belum lagi sepatu yang udah gak karuan warnanya karena tiap hari nginjak lumpur. Sedangkan Shinta kapan dia mau beli baju baru bisa. Koleksi sepatunya sekodi. Dan belum lagi tas serta pernak-perniknya .
“Shin !” Mega memukul pundaknya. Shinta kaget. Semua ingatan tentang Lestari dan kekayaannya terbang. Lenyap.
“Dari tadi kok ngelamun terus , Shin? Sakit ?” Mega terlihat perhatian banget.
“Bosan dengar cerita lu. Lestri, Lestari melulu.”sahut Shinta ketus.
“Yee siapa yang lagi nyertain Lestari? Udah lewat statiunnya. Udah dari tadi gue ngomongin Aldi, cowok yang lu pedekate itu,” alis Mega teragkat sambil tersenyum nakal.
“Memangnya Aldi kenapa ? Dia tanggap ya sama gue ? Aduuuh Aldi Shinta jadi kegenitan.
“Jangan genit kayak gitu, bo! Kayaknya dia lagi gak mau merespon lu.”
“Hah! Jangan sembarang ngomong lu. Apa sih yang kurang dari gue ? Gak ada kan ?
“Kurang sih enggak, cuma …”
“Cuma apa ?”
“Itu, Lestari.”
“Memangnya Lestari pacar Aldi?”
“Pacaran sih tidak, hanya Aldi tampaknya sedang kesemsem sama penjual kerupuk itu.”
Shinta terperangah. Lagi-lagi lestari. Apa sih yang menarik dari Lestari ? Kerupuk talas yang tiap hari dijijingnya ke sekolah ? Shinta kembali mendesah.
“Teeett.” Bel masuk kelas sehbis istirahat berbunyi. Shinta dan Mega melenggang meninggalkan kantin sesudah membayar terlebih dahulu.
Di depan pintu kelas ia bertubrukan dengan Lestari. Shinta melotot,”Gak ngeliat lu?” bentaknya.
“Maaf, Shin. Saya ngak sengaja.” Lestari gelagapan.
“Maaf. Maaf. Lihat nih sepatu gue kotor.” geramnya.”
“Biar saya saja yang bersihkan ,”Lestari berniat membungkuk.
”Gak usah,Ta!” seru Aldi. Rupanya dia mengikuti drama itu. ”Masa gituan banget, Shin.” ujarnya.
Mega menyikut Shinta. Shinta langsung mengerti.
“Saya cuma bercanda, Al. Tari aja yang nganggap sungguhan.” Shinta tersenyum.Dia langsung berjalan ke dalam lokal, meninggalkan Lestari dan Aldi.
“Jangan dimasukin ke hati, Ta.” Aldi perhatian banget sama Lestari. Lestari tersenyum pahit. Walau bagaimanapun ia tetap mengerti apakah itu sungguhan atau memang bercanda. Sudah lama ia rasakan sikap Shinta yang menunjukkan ketiaksukaan pada dirinya.
“Ta, masuk yuk.” ajak Aldi.
Lestari menurut. Dan Bu Helmi pun masuk kelas.
Melihat kehadiran Bu Helmi, semua siswa menghetikan aktvitasnya . Mereka siap memulai pelajaran.
“Ta!Tunggu sebentar !”
Lestari menengok ke belakang. Tampak Aldi berlari-lari mengejar langkahnya.
“Ada apa, Al?”
“Gak,” Aldi mnggarut kepala yang tidak gatal. “Cuma mau jalan bareng kamu aja.” sambungnya.
Lestari tersenyum. ”Tumben,” ujarnya pelan.
“Bukan Tumben. Sudah dari kemarin-kemarin aku ingin pulang sama kamu. Tapi…”
“Tapi apa ?”
“Kamu selalu paling cepat keluar kelas sehabis bel berbunyi. Jadi aku ketinggalan.”
“Kenapa gak ngejar seperti sekarang?”
“Nggg….” Aldi makin salah tingkah.
Shinta dan Mega yang jalan di belakang mereka jadi uring-uringan. Tak suka gitu.
“Lagian untuk apa jalan bareng aku ?” tanya Lestari kemudian.
“Ya…pingin aja.”
“Gak malu jalan sama penjual kerupuk ?”
“Kenapa muati malu? Bukankah perkerjan itu tak salah.”
Lestari tersenyum kembali. Sebentar kemudian…“Eh, hampir lupa,” spontan langkahnya terhenti.
“Lupa apa ?”Aldi turut berhenti. Shinta dan Mega makin dekat.
“Aku harus menjemput hasil jualan kemarin ke warung Bu Yuni. Kita berpisah jalan ya.” ujarnya memandang Aldi.
“Aku tunggu disini, Ta.”
“Oo… gak usah. Aku pulang sendiri aja. Oke !”
Aldi mengangguk mengerti.
“Makasih. Duluan ya.” Lestari segera belok kiri. Aldi tertegun memandang punggung Lestari yang makin menjauh.
“Al!” tegur Shinta, ”Ditinggal ya ?”
Aldi tersenyum masam. Dia mengerti dari perasaan Shinta dari nada suaranya.
“Kamu makin perhatian sama tari , Al,” Mega ikut nimbrung.
“Memangnya kenapa ?” balas Aldi.
“Kamunya yang kenapa, kok perhatian banget sama gadis kampungan itu?” sambar Shinta. Mege meyikutnya. Aldi menangkap gerakan itu dengan ujung matanya.
“Aku cuma gak mau dilangkahi Rio dan Rendi.” Aldi menyahut. ”Biarpun Lestari lugu dan kampungan tapi dia feminim dan pengertian. Perasaannya halus dan dia gak norak kayak para gadis seusianya pada umumnya ?” jawab Aldi mantap.
Shinta tersinggung. ”Kok bawa-bawa Rio dan Rendi sih ?” tanyanya. Dia tahu kedua anak laki-laki itu punya kedudukan di Osis dan sama-sama tergolong idola. Rio adalah ketua Osis, dan Rendi wakilnya.
“Karena keduanya sama seperti aku. Sama punya hati pada Lestari.” suara Aldi makin mantap.
Shinta terperangah. Begitupun Mega. Sekali lagi lestari telah mengalahkannya.
Label: Cerita
Ikhlash melipat kembali buku tabungannya. Dia tersenyum sendiri. Dia merasa doanya tlah terkabul. Tahun ini ia dapat mencium hajar aswad di Mekah. Sebuah impian yang selama ini terpendam sekian tahun.
Sejak kecil ikhlash ingin naik haji. Dia masih ingat bayang-bayang masa kecilnya saat dihadiahi Pak Haji Sulaiman yang baru pulang haji,sebuah peci putih bermotif benang perak. Ibunya dikasih oleh-oleh berupa cangkir-cangkir keciln yang indah yang biasa digunakan untuk minum air zam-zam. Air zam-zam? Oh, dia ingat cerita gurunya tentang asal muasal air tersebut. Ya, air yang mujarab tersebut muncul ketika nabi Ismail memukul-mukul kakinya ke tanah saay dia kehausan.
Ikhlash tersenyum membayangkan saat dirinya wukuf di Arafah memakai pakaian serba putih. Kata Emak dulu pakaian putih mengambarkan bahwa orang yang melaksanakan ibadah haji itu ingin mensucikan diri, memohon ampun atas segala dosa mereka yang pernah diperbuat. Seperti bersihnya kain putih dari segala kotoran.
Sedangkan Bapak waktu itu menjawab bahwa baju putih itu menggambarkan orang yangberhaji dalam keadaan yang bersih. Bersih diri dan hati. Bersih dari hutang, dengki dan dendam. Sebelum berangkat calon jemaah harus melunasi hutangnya dulu dan saling bermaaf-maafan dengan sesama, mengikis karang dendam di hati agar sepulang dari Baitullah mereka bersih dari masalah dan bisa mencerminkan akhlak seorang haji.
Ikhlash sendiri sudah merasa sanggup bertamu ke Baitullah. Tabungannya sudah lebih dari cukup. Hutang-hutang pun sudah dilunasi. Sisa ongkos ke Mekah bisa membayarSPP anaknya dan masih bisa menutupi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.
Tabungan itu berasal dari hasil kerjanya selamaini di pabrik kayu lapis. Terkadang dia harus lembur untuk mendapatkan gaji lebih agar bisa menabung setelah mencukupi kebutuhan keluarga. Untuk itu dia harus membayarnya dengan merelakan tiga jarinya dilahap mesin.
Istrinya yang mengetahui tekad dan harapannya turut membantu dengan meringankan beban keluarga dengan berdagang kecil-kecilan. Dan sekarang mereka sudah memiliki kios sendiri yang langsung ditangani oleh istrinya.
* * *
Lama Ikhlash berdiri di simpang jalan menuju rumahnya. Di jalan setapak ini dulu ia sering bermain dan duduk menjelang Maghrib bersama kawan-kawannya. Sore-sore begini mereka berjejer menunggui pancing sambil menatap matahari terbenam. Kawasan lereng Merapi yang dipagari Bukit Barisan memang sangat indah. Langit kekuning kuningan saat petang menjelang. Kunang-kunang mulai beterbangan dan suara jangkrik menjadi irama tersendiri. Mereka tak pernah bosan memancing sambil menunggu matahari tenggelam. Begitulah setiap hari. Ikhlash pun sering mengajak anaknya sore memancing di sini sambil mendongangkan kisah masa kecilnya.
Walau sudah tiap hari jalan ini dilaluinya namun hatinya selalu tertambat pada pemandangan di depan matanya. Akhir-akhir ini bukan sungai kecil yang airnya tak pernah berhenti mengalir dan langit yang indah yang menjadi tumpuan matanya, melainkan surau tua yang berdiri pas di depan batu besar tempatnya duduk memancing. Surau yang sudah ada sebelum Ikhlash dilahirkan. Tempatnya mengaji dengan Antan Bandaro dan belajar silat. Kini terlihat begitu tua dan mulai reot. Dia tidak tahu lagi apakah jamaahnya masih banyak atau cuma beberapa orang saja, sebab dia sendiri sudah jarang ke surau itu. Pulang bekerja selalu malam dan sehabis subuh dia harus segera pergi kerja lagi. Jadi shalatnya hanya di rumah.
Dengan langkah berat dilanjutkannya perjalanan. Rumahnya sudah dekat. Dia memang pulang lebih cepat hari ini. Rencananya ingin mengurus ongkos perjalanannya serta mencari tahu segala yang berhubungan dengan proses keberangkatannya.
Di halaman rumahnya didapatinya Rusydi, anak laki-lakinya, tengah memotong papan bersama tiga orang teman-temannya.”Untuk apa papan ini, Rusydi?” tanyanya.
“Rusydi dan teman-teman ingin membuat mobil-mobilan, Ayah,” jawab anak itu polos.
“Mobil-mobilan?” Ikhlash mengernyitkan dahinya melihat tumpukan kayu-kayu yang ada di samping Alam.”
“Iya, Mak. Iko untuk rodanya.” Salim mengangkat potongan sandal jepit yang telah dibentuk menjadi roda.
“Kalian kan punya mobil-mobilan nan pakai batrai, lalu untuk apa lagi ni?” Ikhlash masih heran.
“Kemarin Mamak mengatakan dalam hidup awak harus berkarya dan mau mencoba asal itu baik.” Alam ikut menjawab keheranan Ikhlash.
“Kami ko ingin membuat mobil-mobilan yang lebih besar daripada mobil-mobilan anak-anak nan lain, Mak. Satu mobil punya dua belas roda, Mak!” Adit mencerocos penuh semangat.
“Papan ini kalian dapat dari mana?”
“Dari surau, Mak.”
“Papan surau maksudnya?”
“Nan sudah lepas, Ayah.”
“Dapat izn ko,Mak!”
“Izin ? Dari siapa?”
“Dari Mak Sutan,”
“Mak Sutan mengizinkan? Kok bisa?”
“Supayo ndak lapuak, Yah.”
Ikhlash kembali diam. Anak-anak itu terus asik dengan pekerjaannya sambil berceloteh ria. Rusydi terus memotong papan dengan gergaji, Salim membuat roda, Alam dan Adit memakukannya. Ikhlash menghitung papan-papan itu. Delapan helai. Dia memperkirakan yang sudah dipotong sekitar tiga helai. Berarti semuanya ada sebelas
helai. Jumlah yang tidak sedikit.
“Di bagian mana papan ini lepas?” Ikhlash kembali bertanya. Rasa penasarannya masih menggebu-gebu.
“Kodek* surau nan di belakang, Yah.”
“Sebanyak ini?
“Masih banyak kok, Mak. Kapatang si Limah nan nyari kayu bakar malah ngambil papan ini,”
“Kalau lepas kan bisa dipaku lagi. Kenapa kalian tak merapikan saja, Kalau begini surau awak bisa roboh.”
“Tapi kami adalah orang kesekian, Mak. Sudah ada sebelum kami Ivan dan kawannya juga si Amat jo si Imam.” Salim menatapnya.
Ikhlash mengangguk-angguk namun hatinya masih diliputi tanda tanya. Kenapa Mak Sutan mengizinkan anak-anak mengambil papan surau? Sudah bagaimana keadaan surau itu kini, di musim hujan ini?
Label: Cerita
Sehari tanpa minum kopi, rasanya ada yang kurang. Kopi menjadi bagian dari gaya hidup yang tak bisa ditinggalkan benarkah kopi dapat menahan kantuk?
Kopi dan gaya hidup kini tak bisa dipisahkan lagi. Hanya karena alasan secangkir kopi orang bertahan berjam-jam duduk dan ngobrol di tempat elite disebuah pojok cafe. Kafe-kafe kopi baik lokal maupun franchise menjamur, menampung masyarakat kota yang mempunyai hobi ngopi. Acara minum kopi pun digunakan sebagai ajang bertemu relasi bisnis atau sekedar hang out menghabiskan waktu luang.
Ada kabar baik bagi mereka yang menyukai minuman hitam ini. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, kebiasaan minum kopi dapat melundungi dari sakit kelopak mata, yang jika berlangsung lamadapat menyebabkan kebutaan. Penelitian tersebut diungkapkan dalam Journal of neurology, neurosurgery, and psychiatry.
Penelitian dari itali mengambil subjek penelitian sebanyak 166 orang yang mengalami Blepharospams. Peneliti juga mengambil subjek para peminum kopi dan perokok . Blepharospams merupakan salah satu dystonia gangguan gerakan spontan dan kontraksi otot yang tidak berhenti. Artinya, suatu kondisi abnormal ketika tidak terkontrol dalam mengedipkan mata.
Mereka yang mengalami kondisi seperti itu tidak akan bisa mengontrol kedutan pada kelopak mata. Bahkan, kasus yang ekstrim, tidak bisa berhenti sampai akhirnya tidak bisa melihat. Berdasarkan penelitian tersebut, rutin minum satu atau dua gelas kopi sehari dapat mengurangi risiko kondisi seperti ini.
Biasanya, kondisi tersebut dialami mereka yang berusia 50-70 tahun. Mereka yang terdiagnosis, mengalami keadaan awal Blepharospams dengan gejala seperti kelopak mata berkontraksi tidak terkontrol sehingga menyebabkan mata berkedip terus menerus, iritasi mata yang membuat tidak nyaman, sensitif saat melihat dan semakin sering mengedipkan mata. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata bahkan kebutaan. Profesor Giovanni Defazio dan koleganya dari Departement of Neurological and Psychiatriac Sciencies University of bari, Italia, mengatakan penelitianterbaru ini juga menemukajn bahwa merokok juga efektif melindungi dari kondisi ini.
Kemudian peneliti membandingkan antara kebiasaan merokok dan minum kopi pada pasien dengan kondisi hemifacial spams (sejenis otot kejang yang biasa terjadi pada kelopak mata dan menyebar sampai ke seluruh otot pada bagian muka) dan orang yang mempunyai riwayat kesehatan seperti ini.
Dalam penelitian terbaru ditemukan, tidak ada hubungan yang signifikan pada mereka yang merokok. Sementara itu, mereka yang minum kopi tidak ditemukan kondisi yang menyebabkan kondisi seperti itu.
Sebuah penelitian sebelum menyebutkan, merokok dapat melindungi dari Blepharospams, tapi peneliti tidak menemukan bukti serta tidak ada teori yang mendukung asumsi tersebut.
Defazio melanjutkan, efek samping tersebut tergantung dari jumlah kopi yang diminum dan usia penderitaan pertama kali terdiagnosis Blepharospams serta mempunyai kebiasaan minum kopi selama 1,7 tahun dan menikmatinya setiap hari. Penelitian ini juga semakin meningkatkan keraguan mengenai hubungan merokok dan Blepharospams, tapi semakin menguatkan efek perlindungan dari kopi.
Profesor Defazio menegaskan, penemuan ini tidak ada hubungannya dengan kebiasaan merokok.mereka yang mengalami Blepharospams disarankan meminum kopi sebagai faktor perlindungan.
“Berdasarkan penelitian terbaru, efek kopi dapat memberi perlindungan, tapi tetap menjaga jumlah kefein yang masuk” ujar Defazio. (berbagai sumber)
Label: Kesehatan
Daun Pepaya Bisa mengobati penyakit NCD pada Ayam Kampung?
3 komentar Diposting oleh aanchoto di Kamis, Desember 06, 2007Oleh Inna Husna XII IA 1
Juara ke-II Lomba Karya Ilmiah Remaja 2006 ITB
Ayam adalah sejenis unggas yang punya tingkat variasi tingkat tinggi. Mulai dari bentuk dan postur tubuh hingga pada bentuk piyal . ayam merupakan hewan ternak yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Ayam yang biasanya dipelihara adalah ayam kampung yng mempunyai ketahanan lebih kuat dibandingkan ayam jenis lain. Namun , tidak tertutup kemungkinan bagi ayanm ini untuk terjangkit oleh penyakit. Salah satu penyakit-penyakit yang menyerang ayam kampung adalah NCD ( New Castlle Desease ) atau lebih dikenal dengan penyakit tetelo . tetelo adalah penyakit yang disebabkan oleh sejenis viris dan dapat menghinggapi segala jenis unggas.
Penyakit tetelo muncul di kota new castle (inggris) pada tahun 1926 kemudian menyebar ke sekuruh dunia termasuk indonesia. Sampai saat ini, tidak ada satupun daerah di indonesia yang bebas sepenuhnya dari penyakit ini. Penyakit ini sanggat banyak mendatangkan kerugian pasda peternak, karena 90-100% dari hewan yang menderita penyakit ini mengalami kematian. Penyakit ini terutama menyerang ayam baik pada usia muda ataupun yang dewasa. Biasanya terjadi pada masa pancaroba atau pada musim kemarau ke musim hujan. Cara penularannya adalah melalui ludah, feses, makanan dan minuman. Penularan juga melalui udara sehingga penyakit ini mudah menyebar kemana-mana.
Gejala yang tampak pada penderita adalah sebagai berikut :
Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxo yang keganasannya bervariasi, yaitu
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian vaksin yang diswebut “ Vaksin NCD pola 4-4-4” . maksudnya , vaksin NCD diberikan pada ayam yang berumur empat hari, empat minggu dan empat bulan. Tahap pemberian vaksin adalah sebagai berikut :
Pepaya (Carica Papaya) dengan family Caricaceae merupakan tanaman yang aslinya dari amerika tengah. Di indonesia tanaman pepaya dapat ditanam hingga 1000 m dpl, akan tetapi dapat juga diusahakan pada daerah ketinggian hingga 1200-1500 m dpl. Di daerah sub tropis yang cukup panas, pepaya juga dapat diusahakan seperti di florida.
Zat-zat yang terkandung pada tanaman pepaya adalah sebagai berikut :
Khasiat-khasiat dari tanaman pepaya dapat diuraikan sebagai berikut :
Perlakuan yang dilakukan pada ayam I
1. Ambil daun pepaya yang sudah terlihat tua, namun belum menguning
2. Letakkan pada suatu wadah atau mangkok
3. Beri air sebanyak 100 ml
4. Peras daun pepaya yang sudah diberi air hingga berwarna hijau pekat
5. Minumkan air ekstrak tersebut pada ayam dengan langkah sebagai berikut :
a. Ayam tersebut dipegangi oleh orang lain
b. Buka bagian mulut ayam
c. Minumkan air perasan daun pepaya sebanyak dua sendok makan atau sekitar 5 ml
6. Minumkan air ekstrak tersebut rutin tiga kali sehari
7. Pada hari ketiga, waktu pemberian dikurangi yaitu menjadi dua kali sehari
Dewan Redaksi Penerbit Bhrata Karya Aksara. 1986. Perternakan Unggas. Jakarta : Bhrata Karya Aksara
Dudung, A. M. 1995. Budidaya Ayam Bangkok. Yogyakarta : Kanisius
mulisah, fauziah. 1996. taman obat keluarga.Jakarta : Penebar Swadaya
Sujionohadi, Kliwon dan Ade Iwan seiawan. 2003. ayam kampung
petelur: Penebar Swadaya
perencanaan dan pengelolaan usaha skla rumah tangga.
Jakarta : Penebar Swadaya
Label: Biology