Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Metrotvnews.com, Seoul: Universitas Konkuk, Korea Selatan, menggelar upacara pengukuhan seorang profesor termuda di dunia. Ia adalah Alia Sabur yang baru berusia 19 tahun. Alia tercatat di >Guinness Book of Records. Ia telah memecahkan rekor profesor termuda yang dipegang ahli matematika, Colin McLaurin, tiga abad lalu.

Warga negara Amerika Serikat asal Iran itu mulai berbicara dan membaca pada usia 8 delapan bulan. Ia menyelesaikan sekolah dasar pada usia lima tahun. Alia Sabur masuk universitas mengambil bidang matematika pada usia 10 tahun. Ia lulus empat tahun kemudian. Alia juga menerima gelar master dan doktor di Drexel University Amerika Serikat.

1. Nggak menancapkan colokan listrik walopun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya….

Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.

2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA(tempat pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia.

Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang tidak semestinya.

Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan… itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10taon untuk jadi besar. Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging…
how many trees has been cutdown for you? Imagine how they make the world hotter?

3. Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Tanya kenapa?

Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air… cck cck cck…

Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4…. selain nomor2 itu… they’re not safe, karena sama aja kamu makan plastik!!!!

4. Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di recycle… begitu juga karton2 yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman… They’re only a waste… yang mau ngga mau tanahlah yang harus merecycle.

Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji setaun. Berarti kira2 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setaun… Kalau kita menghemat 1 lembar ajah tiap hari…
berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR biji setaon… HEBAT KAN?

5. Be Green on ATM? Kalo di BCA kan ada yang ambil duit ngga pake receipt… atau be smart dong… Transfer lewat Internet banking ato mobile banking….

8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap taun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia.

Kalau selama setaon orang transaksi ngga pake kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali… ccck ccck

6. Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah.

Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)

Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas :

Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan)

Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)

Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai)

Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas iklan… disendirikan untuk dijual

Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.

Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman…

7. Polar Bear / Beruang kutub ngga bisa berenang… tapi karena global warming di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es tempat berteduh.

Watch DISCOVERY CHANNEL : PLANET EARTH… pasti nangis deh ngeliat perjuangan seekor beruang kutub yang akhirnya mati karena kelelahan mencari daratan.

sumber: milis SMALAM

Warga Desa dan Kecamatan Poncokusumo menilai gejala pemanasan suhu lokal (local warming ) yang merusak habitat dan mengancam kelangsungan tanaman apel yang masih tersisa di desa dan kecamatan itu, diakibatkan oleh lalainya Perhutani dalam menjaga hutan konsesi seluas 3.200 Ha di lereng selatan Gunung Semeru, Kabupaten Malang. Penebangan hutan oleh mitra Perhutani, kini telah berkembang menjadi bisnis Perhutani itu sendiri, karena praktek ini menimbulkan pemasukan uang pada petugas Perhutani dan membuat Perhutani kehilangan kontrol.

“Praktek membisniskan wewenang negara itu dilakukan oleh para petugas Perhutani sendiri, ” tegas Irwan, tokoh desa setempat yang hari Selasa (29/4) memimpin demonstrasi puluhan warga dan pemuda menolak penebangan hutan oleh Perhutani.

Aksi warga diawali kekecewaan atas ulah petugas Perhutani yang menebang empat pohon di areal konsesi Perhutani. Penebangan itu sah, karena dilindungi surat izin dari Bupati Malang Sujud Pribadi. Namun bunyi permintaan izin dan izin yang diberikan oleh bupati berisi, bahwa penebangan dilakukan pada pohon kategori D, yakni pohon mati, busuk, atau membahayakan. “Ternyata yang ditebang pohon segar diameter 1 meter di sebelah rumah jaga yang selama ini kosong tidak pernah dihuni,” ungkap Irwan.

Mudjojono, Wakil Administratur Perhutani KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Malang datang dari kota Malang menemui warga pemrotes. Mudjojono mengenakan setelan baju hijau seragam Polisi Hutan (Polhut). Mudjojono sendiri mengakui, dia adalah Komandan Keamanan (Kokam) Polhut Perhutani. Namun ia membantah hendak menghadapi warga dengan senjata. Petugas kepolisian Polsek setempat mondar-mandir berpratoli mencegah kemungkinan warga bentrok dengan Polhut Perhutani.

Kekhawatiran warga beralasan. Warga menunjukkan kepada wartawan kerusakan ratusan hektar hutan yang parah pada paling tidak enam bukit lereng selatan Semeru di wilayah kecamatan ini. Kerusakan itu, menurut warga, diakibatkan oleh ulang pesanggem, yang memegang izin Perhutani untuk bercocok tanam di bawah pohon hutan secara agroforestry, namun akhirnya berujung pada penebangan hutan.

Kerja pesanggem, yang sebagiannya warga Desa Poncokusumo juga, selalu diakhiri dengan ditinggalkannya lahan hutan yang telah ditebang. “Matinya sumber air, longsor tahun lalu akibat banjir Kali Lesti dan menghantam rumah dan sawah di Kecamatan Wajak, semua terjadi gara-gara kerusakan hutan di Poncokusumo ini,” kata Embah, salah satu tokoh pemuda lainnya.

Mudjojono tentu saja menolak argumen warga. Menurutnya tidak ada kerusakan hutan di Poncokusumo, karena jadwal reboisasi di wilayah ini tinggal 20 Ha. “Tanah itu kalau dibiarkan saja, ya akhirnya jadi hutan, ” kata Mudjojono, enteng, saat berdialog dengan warga.

Reaksi Mudjojono itu memancing teriakan kecewa warga, yang langsung meninggalkan lokasi perundingan di Balai Desa. “Jawaban bahwa tanah kalau dibiarkan saja akan jadi hutan itu, sungguh sulit kami percaya muncul dari karyawan Perhutani yang memahi ekologi. Maka benarlah kalau selama ini ada tuntutan membubarkan Perhutani. Tidak heran ada tuntutan moratorium penebangan hutan di Jawa, ” tegas Irwan.

Menurut warga, kerusakan hutan setahun terakhir di Poncokusumo telah menaikkan suhu lokal menjadi 24-26 derajat Celcius. Padahal tanaman apel yang tersisa di Poncokusumo setelah kerusakan ekosisten tanaman apel di Batu dan Pujon, menuntut suhu harian rata-rata di bawah 20 derajat.

Di sejumlah besar daerah jerami masih dianggap sampah bahkan akhirnya berakhir dengan dibakar karena tak bermanfaat. Padahal, produk sampingan dari usaha pertanian padi tersebut sebenarnya punya potensi besar sebagai bahan dasar biofuel, bahan bakar ramah lingkungan.

Tidak hanya akan memberikan nilai tambah, pemanfaatan jerami juga mencegah pelepasan karbon ke atmosfer saat terbakar. Siklus karbon ke atmosfer dapat diperpanjang dengan mengubahnya menjadi biofuel.

Terobosan tersebut telah dilirik produsen ethanol di China. Apalagi, sebagai salah satu negara terbesar, setiap tahun sekitar 230 juta ton batang jerami dibuang begitu saja. Tiga fasilitas pengolahan jerami menjadi biofuel telah dibangun sampai saat ini.

Namun, untuk mengolah jer ami bukan hal yang mudah. Batang jerami yang kaya selulosa tidak mudah terurai bakteri yang biasa dipakai dalam proses pembuatan biomassa. Para peneliti memanfaatkan larutan alkali sodium hidroksida untuk melunakkannya sebelum proses fermentasi atau peragian.

“Semuanya dilakukan pada suhu kamar, tanpa energi tambahan, dan butuh sedikit air, sehingga secara keseluruhan prosesnya sederhana, cepat, efektif biaya, dan ramah lingkungan,” ujar Xiujin Li dari Universitas Teknologi Kimia Beijing.

Metode yang sama sebenarnya juga sudah digunakan untuk memproduksi ethanol di lebih dari 30 negara. Namun, bahan yang diolah adalah tebu, jagung, dan kedelai yang notebene merupakan sumber pangan utama manusia, bukan bahan buangan.

Sementara di China, jerami diolah agar menghasilkan biogas. Penggunaan larutan tersebut telah terbukti meningkatkan produksi campuran gas methan dan karbon dioksida hingga 65 persen. Residu atau sampah olahannya juga bermanfaat sebagai kompos.

“Dengan cara ini, jerami benar-benar didaur ulang seluruhnya,” ujar Li. Memang masih ada gas karbon diosida yang dilepaskan, namun kadarnya tak sebesar jika jerami dibakar.

Pilot proyek tiga pabrik dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah China melalui Program Riset dan Pengembangan Teknologi Tinggi. Sebagai negara agraris penghasil padi, bukankah teknologi semacam ini sangat tepat di Indonesia daripada menggunakan singkong atau kelapa sawit.

www.Erabaru.or. id

Janin dalam kandungan, bukanlah seperti sebuah gumpalan
daging yang tak dapat mendengar dan melihat. Sebelum lahir, sistem syaraf
dan berbagai macam indera janin sudah sempurna, dengan demikian dapat
bereaksi terhadap berbagai macam rangsangan dari luar maupun dalam tubuh
ibu.

Apakah janin dapat mendengar suara?
Tentu bisa. Hal ini telah dibuktikan bahwa pada saat usia janin menginjak
enam bulan, dia sudah memiliki segala kemampuan untuk mendengar.

Yang sering didengar oleh janin adalah : suara aliran darah yang melalui
plasenta, suara denyut jantung ibu, suara udara dalam usus, suara
pembicaraan ibu serta berbagai macam suara musik dari luar kandungan.
Semua ini akan membentuk sebuah simfoni unik yang membuat janin melakukan
reaksi tertentu. Sang ibu juga dapat merasakan perubahan gerakan janin.

Berdasarkan pengamatan ahli, seorang ibu yang tengah mengan-dung apabila
bertengkar dengan orang lain, dapat menimbulkan reaksi marah pada si
janin.

Janin akan memukul dan menendang kandungan ibu, ini sebenarnya adalah
peningkatan terhadap gerakan janin. Sewaktu sang ibu tengah berjalan di
jalan raya, bunyi klakson mobil yang keras juga dapat membuat janin merasa
kurang nyaman. Hal ini akan menyebabkan janin melakukan aksi protes dan
melakukan gerakan keras.

Pada waktu menghadiri konser, apabila sang ibu hamil tenggelam dalam musik
ringan yang merdu dan indah, si “pendengar cilik” didalam perut pun
melakukan gerakan lembut dan berirama. Namun ketika tepuk tangan penonton
bergemuruh, acap kali menyebabkan si janin terkejut dan tidak tenang.

Apakah janin telah memiliki daya penglihatan ?
Terhadap rangsangan penglihatan, janin tidak acuh. Janin hidup dalam
kegelapan di kandungan ibu, pada saat usia janin menginjak bulan ke empat,
dia sudah sangat peka terhadap cahaya.

Para peneliti pernah melakukan uji coba dengan lampu senter. Secara
teratur peneliti menyinari perut ibu, dan mendapatkan bahwa sepasang mata
janin terbuka. Wajah janin menghadap kearah cahaya serta denyut jantungnya
mengikuti perubahan yang teratur.

Disaat kehamilan telah menginjak usia tua, apabila disinari dengan sorot
lampu, gerakan mata janin akan terlihat lebih kuat. Akan tetapi bila hal
ini terus dilakukan, si janin menjadi tenang kembali.

Selain itu melalui alat EEG (Elektroensefalogra m /alat pengukur grafik
kerja otak), otak besar janin dapat bereaksi terhadap kelap-kelip cahaya.

Daya penglihatan bayi ketika baru lahir hanya mencapai 30-40 cm. Ini
kebetulan sesuai dengan jarak panjang posisi dalam kandungan, dan
menjelaskan bahwa bayi yang baru saja lahir, di sisi lain masih
mempertahankan kebiasaan hidupnya saat dalam kandungan.

Apakah janin telah memiliki indera peraba ?
Indera peraba pada janin lebih dini muncul dibanding indera pendengar.
Penelitian mendapatkan bahwa, disaat janin telah berusia dua bulan, dapat
bereaksi terhadap sentuhan yang lembut dan tusukan.

Pada usia janin sekitar 4-5 bulan, apabila bibir atas atau lidahnya
disentuh, maka mulutnya dapat bereaksi membuka dan menutup. Gerakannya
seperti sedang menghisap.

Para peneliti juga mengamati dan menemukan apabila menggunakan batang
kecil menyentuh telapak tangan janin, dia akan segera menggenggam kencang
kepalan tangannya. Hal ini cukup membuktikan bahwa terdapat fungsi indera
peraba pada janin.

Apakah janin juga telah memiliki indera perasa ?
Tentu. Pada saat usia kehamilan menginjak empat bulan, pertumbuhan indera
perasa pada lidah janin sudah sempurna. Janin dapat dengan penuh selera
menikmati air ketuban yang rasanya sedikit asin .

Ilmuwan Albert dari Selandia Baru melakukan uji coba sederhana untuk
membuktikan hal tersebut. Disaat dia memasukkan sakarin kedalam air
ketuban ibu hamil, dia menemukan bahwa janin dengan kecepatan dua kali
lipat dari biasanya menghisap air ketuban. Akan tetapi ketika dia
menuangkan minyak berbau tidak enak ke dalam kandungan, si janin segera
berhenti mengisap air ketuban, bahkan berontak dalam perut, menyatakan
ketidaksukaanya.

Dengan demikian janin ternyata dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan
yang datang dari luar bahkan dalam tubuh ibu. Oleh karena itu sudah
seharusnya lingkungan tempat tinggal, tingkah laku dan tutur kata ibu yang
tengah mengandung harus selalu dijaga.

Segala sesuatu yang dilihat dan didengar sendiri, baik itu perasaan suka,
marah, sedih dan senang, sudah pasti memberi pengaruh bagi perkembangan si
janin. Jangan mengira bahwa janin belum memiliki perasaan, sehingga dengan
sengaja tidak membatasi diri.

Disamping itu manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan
pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan
penuh semangat mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga
janin. (Zhangli/ET/ aki/cen)

Republika. Selasa, 27 Mei 2008

Selama mendedikasikan hidupnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, Nasiruddin Al-Tusi telah menulis beragam kitab yang mengupas bermacam ilmu pengetahuan. Di antara kitab yang berhasil ditulisnya itu antara lain; kitab Tajrid-al-’Aqaid (sebuah kajian tentang ilmu kalam); serta Al-Tadhkirah fi’ilm al-hay’ah (sebuah memoar tentang ilmu astronomi).

Kitab tentang astronomi yang ditulis Nasiruddin itu banyak mendapat komentar dari para pakar astronomi. Komentar-komentar itu dibukukan dalam sebuah buku berjudul Sharh al-Tadhkirah (Sebuah Komentar atas Al-Tadhkirah) yang ditulis Abd al-Ali ibn Muhammad ibn al-Husayn al-Birjandi dan Nazzam Nishapuri.

Selain itu, Nasiruddin juga menulis kitab berjudul Akhlaq-i-Nasri yang mengupas tentang etika. Kitab lainnya yang terbilang populer adalah Al-Risalah Al-Asturlabiyah (Risalah Astrolabe). Kitab ini mengupas tentang peralatan yang digunakan dalam astronomi. Di bidang astronomi, Nasiruddin juga menulis risalah yang amat populer, yakni Zij-i ilkhani (tabel ilkhanic). Ia juga menulis Sharh Al-Isharat, sebuah buku yang berisi kritik terhadap hasil kerja Ibnu Sina.

Selama tinggal di Nishapur, Nasiruddin memiliki reputasi yang cemerlang, sebagai ilmuwan yang beda dari yang lain. Pencapaian mengagumkan yang berhasil ditorehkan Nasiruddin dalam bidang matematika adalah pembuatan rumus sinus untuk segitiga, yakni; a / sin A = b / sin B = c / sin C.

Republika. Selasa, 27 Mei 2008

Astronomi
Ia menulis beragam kitab yang mengupas tentang Astronomi. Nasiruddin juga membangun observatorium yang mampu menghasilkan tabel pergerakan planet secara akurat. Model sistem plenaterium yang dibuatnya diyakini paling maju pada zamannya. Dia juga berhasil menemukan sebuah teknik geometrik yang dikenal di barat dengan a Tusi-couple. Sejarah juga mencatat, Nasiruddin sebagai astronom pertama yang mengungkapkan bukti observasi empiris tentang rotasi Bumi.

Biologi
Nasiruddin juga turut memberi sumbangan dalam pengembangan ilmu hayat atau biologi. Ia menulis secara luas tentang biologi. Nasiruddin menempatkan dirinya sebagai perintis awal dalam evolusi biologi. Dia memulai teorinya tentang evolusi dengan alam semesta yang terdiri dari elemen-eleman yang sama dan mirip. Menurutnya, kontradiksi internal mulai tampak sebagai sebuah hasil, dan beberapa zat mulai berkembang lebih cepat serta berbeda dengan zat lain.

Dia lalu menjelaskan bagaimana elemen-elemen berkembang menjadi mineral kemudian tanaman, kemudian hewan, dan kemudian manusia. Di juga menjelaskan bagaimana variabilitas heriditas merupakan faktor penting dalam evolusi biologi mahluk hidup.

Kimia
Dalam bidang kimia, Nasiruddin mengungkapkan versi awal tentang hukum kekekalan massa:”Zat dalam tubuh tak bisa sepenuhnya menghilang. Zat itu hanya merubah bentuk, kondisi, komposisi, warna, dan bentuk lainnya yang berbeda.”

Matematika
Selain menghasilkan rumus sinus pada segitiga, Nasiruddin juga adalah matematikus pertama yang memisahkan trigonometri sebagai disiplin ilmu yang terpisah dari matematika.

Kompas. Kamis, 1 Mei 2008

Suhu rata-rata Danau Baikal, danau air tawar terbesar di Asia dan terdalam di dunia yang terletak di Siberia, Rusia mengalami kenaikan lebih cepat daripada kenaikan rata-rata suhu udara di dunia selama 60 tahun terakhir. Hal tersebut menyebabkan nasib hewan-hewan unik yang hidup di perairan tersebut dalam keadaan terancam punah.

Kenaikan suhu di danau tersebut mencapai 1,21 derajat Celcius sejak 1946 akibat perubahan iklim atau hampir tiga kali lebih cepat daripada kenaikan suhu udara global. Hal tersebut dikatakan Marianne More, seorang profesor di Wellesley College di Massachusetts, AS, salah satu penulis dari karya tulis ilmiah yang akan dipublikasikan dalam jurnal “Global Change Biology” edisi Mei 2008.

Danau yang mengalami perubahan temperatus secara cepat itu memiliki 20 persen ikan air tawar yang ada di dunia yaitu sekitar 2.500 spesies yang tak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. Bahkan, di antaranya terdapat satu-satunya anjing laut air tawar.

Jika tren naiknya temperatur tak dapat dicegah, lapisan es dapat hilang seluruhnya dari permukaan danau tersebut. Moore mengatakan, anjing laut air tawar yang membesarkan anak-anak mereka di atas lapisan es dapat sangat menderita karena hal tersebut. Anak-anak anjing laut air tawar juga lebih rentan terhadap serangan predator jika tak ada lagi gua-gua es sebagai tempat terlindungi.

“Perubahan dari mata rantai bahan makanan juga telah berubah. Jumlah zooplankton multiseluler yang biasanya hidup di air yang jauh lebih hangat telah meningkat menjadi 335 persen sejak 1946, sementara jumlah chlorophyl telah meningkat 300 persen sejak tahun 1979,” kata Moore. Selain itu jumlah diatom yang hidup di es yang kemudian mati dan menjadi makanan bagi organisma kecil yang hidup di dasar danau juga makin berkurang.

“Berkurangnya lapisan es akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan pemanasan global itu sendiri,” tandas Moore. Penemuan tersebut juga berarti hal yang lebih buruk dapat terjadi pada danau-danau yang lebih kecil lainnya. Selama ini, para ilmuwan berangapan volume air yang banyak di danau tak mudah terpengaruh dampak dari pemanasan global, namun kenyataanya sangat rentan.

;;