Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

oleh Eshira Okino

Air mata tak lagi terbendung

Saat negeri ini bersenandung dalam awan mendung

Tak kuasa diri menahan rintihan,

Ingin meneriakkan Bangkitlah Indonesia

Kapankah cobaan ini berhenti,

Kapan korupsi tak lagi ada

Kapan bencana tak lagi melanda

Hanya Allah yang tahu

Indonesia

Bangkitlah negeriku

Tunjukkan tajimu,

Nyaringkan aumanmu

Goreskan cakarmu

Airmata ini harus berhenti mengalir,

Tangisan rakyat harus berhenti menderu

Dosa ini harus segera habis

Tak harus ada lagi pertumpahan darah,

Bangkitlah tanah airku

Busungkan dadamu

Kepalkan tinjumu

Tegakkan kepalamu

Bangkitlah Indonesiaku

Hapuskan airmata

Hilangkan semua duka

Tebarkan cinta

Pupuskan semua dosa

Bangkitlah indonesiaku

Kembalikan jayamu

Ambil alih asetmu

Tunjukkan siapa dirimu

Pertahankan kehormatanmu

Jangan lagi harta kita diambil

Jangan lagi budaya kita dibajak

Jangan lagi hati kita dikoyak

Jangan lagi harga diri kita dihina

Jangan biarkan cinta itu hilang begitu saja

Markas seni, 23 mei 2008

Takdir terindah

Oleh Eshira Okino

Kita tak akan mampu lari dari kenyataan…
Biarkan semua takdir itu mengalir mengalir dalam arus yang deras…
Dimana tak ada satu kapalpun yang mampu melawan arusnya…..
Biarkan nada-nada kehidupan itu bersenandung….
Karena tak satu pun hal yang bisa merusak suaranya….
Biarkan jarum jam terus berputar memberikan petunjuk…
Karena tak ada jari yang mampu menghentikannya….
Hidup itu memang butuh perjuangan………..
Tapi biarkan dia mengalir dalam aliran yang telah ditetapkan…
Jangan biarkan hal bodoh menodai putihnya lembaran kehidupan….
Jangan percaya dengan kebohongan dunia yang menghanyutkan….
Biarkan dunia berlenggang-lenggok selama kita tak larut dalam kegelapan….
Putaran dunia tak akan selamanya membuat kita selalu berada di bawah…
Ada saatnya dunia memberikan hak dari penghuninya…..
Ketika penghuninya sadar apa yang akan mereka lalui….
Setelah mereka belajar tentang kedewasaan….
Saat itulah tak kan ada kesalahan kedua….
Tipuan pun tak akan mampu menghancurkan tembok nurani yang kokoh jika kita tahu apa yang kita dapat adalah bayaran atas segala tindakan…..
Saat itu pula kita akan membuka mata dari mimpi yang panjang…
Mimpi dengan segala angan yang terbang,…..
Lamunan panjang yang akan terus membayang…..
Harapan itu akan datang seiring dengan senyuman tipis untuk sebuah tantangan…
Kepalan tanganpun mampu meruntuhkan bujuk rayu setan…..
Keteguhan hati dan keimanan akan tetap berada dalam lingkaran…..
Ayunan langkah seolah telah mengantarkan kita menapaki jalan yang panjang…..
Carut marut dunia pun tak akan menghampiri angan-angan…..
Percayalah dengan hati nurani….
Hanya yakin dan percaya….
Bahwa takdir itu adalah hal terindah dalam hidup setiap insan di dunia..

oleh Eshira Okino

Di malam kelam kulihat bintang,

Memancarkan sinar benderang,

Membuat pukiranku mulai menerawang,

Coba menggapai alam tenang,

Hatiku yang sedang risau,

Membuat suasana semakin galau,

Pikiranpun tambah kacau,

Bagai bintang tak berkilau,

Kalbuku bicara dalam hampa,

Membuka mataku dalam buta,

Menguak sejarah dalam dusta,

Hidupku berwarna dalam nista,

Wahai bintang,

Berikan aku cahayamu,

Agar aku bisa hidup,

Dalam dunia yang redup,

Wahai bintang,

Pancarkan kerlip dalam hati,

Temani sendiriku malam ini,

Hapuskan sepi yang menghantui,

Wahai bintang,

Teruslah bersinar selalu,

Tetaplah ada disampingku,

Agar kubisa berbagi denganmu,

Wahai bintang,

Janganlah kau menjauh,

Ku ingin selalu melihatmu,

Agar kutau arti hidupku,

Wahai bintang,

Bawalah aku ke singgasanamu,

Agar hatiku tak lagi jemu,

Untuk terangi malam bisu,

Wahai bintang,

Kau percikkan satu harapan,

Untuk menyapu semua keraguan,

Supaya gelap hilang berganti terang,

Saat fajar merah menjelang,

Aku sadar kau akan hilang,

Namun akan kutunggu hingga petang,

Sampai kau datang,

Membawa cerita dunia seberang.

;;