Menguak Jejak Kedokteran Islam: Islam memberi kontribusi penting pada ilmu kedokteran
0 komentar Diposting oleh aanchoto di Kamis, Maret 20, 2008Republika Selasa, 12 Februari 2008
`'Ilmu kedokteran tak lahir dalam waktu semalam,'' ujar Dr Ezzat Abouleish MD dalam tulisannya berjudul Contributions of Islam to Medicine. Studi kedokteran yang berkembang pesat di era modern ini merupakan puncak dari usaha jutaan manusia, baik yang dikenal maupun tidak, sejak ribuan tahun silam.
Saking pentingnya, ilmu kedokteran selalu diwariskan dari generasi ke generasi dan bangsa ke bangsa. Cikal bakal ilmu medis sudah ada sejak dahulu kala. Sejumlah peradaban kuno, seperti Mesir, Yunani, Roma, Persia, India, serta Cina sudah mulai mengembangkan dasar-dasar ilmu kedokteran dengan cara sederhana.
Orang Yunani Kuno mempercayai Asclepius sebagai dewa kesehatan. Pada era ini, menurut penulis Canterbury Tales, Geoffrey Chaucer, di Yunani telah muncul beberapa dokter atau tabib terkemuka. Tokoh Yunani yang banyak berkontribusi mengembangkan ilmu kedokteran adalah Hippocrates atau `Ypocras' (5-4 SM). Dia adalah tabib Yunani yang menulis dasar-dasar pengobatan.
Selain itu, ada juga nama Rufus of Ephesus (1 M) di Asia Minor. Ia adalah dokter yang berhasil menyusun lebih dari 60 risalat ilmu kedokteran Yunani. Dunia juga mengenal Dioscorides. Dia adalah penulis risalat pokok-pokok kedokteran yang menjadi dasar pembentukan farmasi selama beberapa abad. Dokter asal Yunani lainnya yang paling berpengaruh adalah Galen (2 M).
Ketika era kegelapan mencengkram Barat pada abad pertengahan, perkembangan ilmu kedokteran diambil alih dunia Islam yang tengah berkembang pesat di Timur Tengah. Menurut Ezzat Abouleish, seperti halnya lmu-ilmu yang lain, perkembangan kedokteran Islam melalui tiga periode pasang-surut.
Periode pertama dimulai dengan gerakan penerjemahan literatur kedokteran dari Yunani dan bahasa lainnya ke dalam bahasa Arab yang berlangsung pada abad ke-7 hingga ke-8 Masehi. Pada masa ini, sarjana dari Syiria dan Persia secara gemilang dan jujur menerjemahkan litelatur dari Yunani dan Syiria kedalam bahasa Arab.
Buah pikiran para tabib di era Yunani Kuno secara gencar dialihbahasakan. Adalah Khalifah Al-Ma'mun dari Diansti Abbasiyah yang mendorong para sarjana untuk berlomba-lomba menerjemahkan literatur penting ke dalam bahasa Arab. Khalifah pun menawarkan bayaran yang sangat tinggi, berupa emas, bagi para sarjana yang bersedia untuk menerjemahkan karya-karya kuno.
Sejumlah sarjana terkemuka ikut ambil bagian dalam proses transfer pengetahuan itu. Tercatat sejumlah tokoh seperti, Jurjis Ibn-Bakhtisliu, Yuhanna Ibn Masawaya, serta Hunain Ibn Ishak ikut menerjemahkan literatur kuno. Selain melibatkan sarjana-sarjana Islam, tak sedikit pula dari para penerjemahan itu yang beragama Kristen. Mereka diperlakukan secara terhormat oleh penguasa Muslim.
Proses transfer ilmu kedokteran yang berlangsung pada abad ke-7 dan ke-8 M membuahkan hasil. Pada abad ke-9 M hingga ke-13 M, dunia kedokteran Islam berkembang begitu pesat. Sejumlah RS (RS) besar berdiri. Pada masa kejayaan Islam, RS tak hanya berfungsi sebagai tempat perawatan dan pengobatan para pasien, namun juga menjadi tempat menimba ilmu para dokter baru.
Tak heran, bila penelitian dan pengembangan yang begitu gencar telah menghasilkan ilmu medis baru. Era kejayaan peradaban Islam ini telah melahirkan sejumlah dokter terkemuka dan berpengaruh di dunia kedokteran, hingga sekarang. `'Islam banyak memberi kontribusi pada pengembangan ilmu kedokteran,'' papar Ezzat Abouleish.
Sekolah kedokteran pertama yang dibangun umat Islam sekolah Jindi Shapur. Khalifah Al-Mansur dari Dinasti Abbasiyah yang mendirikan kota Baghdad mengangkat Judis Ibn Bahtishu sebagai dekan sekolah kedokteran itu. Pendidikan kedokteran yang diajarkan di Jindi Shapur sangat serius dan sistematik. Era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah tokoh kedokteran terkemuka, seperti Al-Razi, Al-Zahrawi, Ibnu-Sina, Ibnu-Rushd, Ibn-Al-Nafis, dan Ibn- Maimon.
Al-Razi (841-926 M) dikenal di Barat dengan nama Razes. Pemilik nama lengkap Abu-Bakr Mohammaed Ibn-Zakaria Al-Razi itu adalah dokter istana Pangerang Abu Saleh Al-Mansur, penguasa Khorosan. Ia lalu pindah ke Baghdad dan menjadi dokter kepala di RS Baghdad dan dokter pribadi khalifah. Salah satu buku kedokteran yang dihasilkannya berjudul 'Al-Mansuri' (Liber Al-Mansofis).
Ia menyoroti tiga aspek penting dalam kedokteran, antara lain; kesehatan publik, pengobatan preventif, dan perawatan penyakit khusus. Bukunya yang lain berjudul 'Al-Murshid'. Dalam buku itu, Al-Razi mengupas tentang pengobatan berbagai penyakit. Buku lainnya adalah 'Al-Hawi'. Buku yang terdiri dari 22 volume itu menjadi salah satu rujukan sekolah kedokteran di Paris. Dia juga menulis tentang pengobatan cacar air.
Tokoh kedokteran lainnya adalah Al-Zahrawi (930-1013 M) atau dikenal di Barat Abulcasis. Dia adalah ahli bedah terkemuka di Arab. Al-Zahrawi menempuh pendidikan di Universitas Cordoba. Dia menjadi dokter istana pada masa Khalifah Abdel Rahman III. Sebagain besar hidupnya didedikasikan untuk menulis buku-buku kedokteran dan khususnya masalah bedah.
Salah satu dari empat buku kedokteran yang ditulisnya berjudul, 'Al-Tastif Liman Ajiz'an Al-Ta'lif' - ensiklopedia ilmu bedah terbaik pada abad pertengahan. Buku itu digunakan di Eropa hingga abad ke-17. Al-Zahrawi menerapkan cautery untuk mengendalikan pendarahan. Dia juga menggunakan alkohol dan lilin untuk mengentikan pendarahan dari tengkorak selama membedah tengkorak. Al-Zahrawi juga menulis buku tentang tentang operasi gigi.
Dokter Muslim yang juga sangat termasyhur adalah Ibnu Sina atau Avicenna (980-1037 M). Salah satu kitab kedokteran fenomela yang berhasil ditulisnya adalah Al-Qanon fi Al- Tibb atau Canon of Medicine. Kitab itu menjadi semacam ensiklopedia kesehatan dan kedokteran yang berisi satu juta kata. Hingga abad ke-17, kitab itu masih menjadi referensi sekolah kedokteran di Eropa.
Tokoh kedokteran era keemasan Islam adalah Ibnu Rusdy atau Averroes (1126-1198 M). Dokter kelahiran Granada, Spanyol itu sangat dikagumi sarjana di di Eropa. Kontribusinya dalam dunia kedokteran tercantum dalam karyanya berjudul 'Al- Kulliyat fi Al-Tibb' (Colliyet). Buku itu berisi ramngkuman ilmu kedokteran. Buku kedokteran lainnya berjudul 'Al-Taisir' mengupas praktik-praktik kedokteran.
Nama dokter Muslim lainnya yang termasyhur adalah Ibnu El-Nafis (1208 - 1288 M). Ia terlahir di awal era meredupnya perkembangan kedokteran Islam. Ibnu El-Nafis sempat menjadi kepala RS Al-Mansuri di Kairo. Sejumlah buku kedokteran ditulisnya, salahsatunya yang tekenal adalah 'Mujaz Al-Qanun'. Buku itu berisi kritik dan penmbahan atas kitab yang ditulis Ibnu Sina.
Beberapa nama dokter Muslim terkemuka yang juga mengembangkan ilmu kedokteran antara lain; Ibnu Wafid Al-Lakhm, seorang dokter yang terkemuka di Spanyol; Ibnu Tufails tabib yang hidup sekitar tahun 1100-1185 M; dan Al-Ghafiqi, seorang tabib yang mengoleksi tumbuh-tumbuhan dari Spanyol dan Afrika.
Setelah abad ke-13 M, ilmu kedokteran yang dikembangkan sarjana-sarjana Islam mengalami masa stagnasi. Perlahan kemudian surut dan mengalami kemunduran, seiring runtuhnya era kejayaan Islam di abad pertengahan.
Rekam Medis, Warisan RS Al-Nuri
Pada era keemasan Islam, ibu kota pemerintahan selalu berubah dari dinasti ke dinasti. Di setiap ibu kota pemerintahan, pastilah berdiri rumah sakit besar. Selain berfungsi sebagai tempat merawat orang-orang yang sakit (RS), rumah sakit juga menjadi tempat bagi para dokter Muslim mengembangkan ilmu medisnya. Konsep yang dikembangkan umat Islam pada era keemasan itu hinga kini juga masih banyak memberikan pengaruh.
RS terkemuka pertama yang dibangun umat Islam berada di Damaskus pada masa pemerintahan Khalifah Al-Walid dari Dinasti Umayyah pada 706 M. Namun, rumah sakit terpenting yang berada di pusat kekuasaan Dinasti Umayyah itu bernama Al-Nuri. Rumah sakit itu berdiri pada 1156 M, setelah era kepemimpinan Khalifah Nur Al-Din Zinki pada 1156 M.
Pada masa itu, RS Al-Nuri sudah menerapkan rekam medis (medical record). Inilah RS pertama dalam sejarah yang menggunakan rekam medis. Sekolah kedokteran Al-Nuri juga telah meluluskan sederet dokter terkemuka, salah satunya adalah Ibn Al-Nafis - ilmuwan yang menemukan sirkulasi paru-paru. RS ini melayani masyarakat selama tujuh abad, dan bagiannya hingga kini masih ada.
RS penting lainnya yang dibangun umat Islam berada di Baghdad. Ketika Khalifah Harun Al-Rashid berkuasa, dia memerintahkan cucu Ibn-Bahtishu, yang juga dokter istana bernama Jibril untuk membangun RS Baghdad. RS ini berkembang menjadi sebuah pusat kesehatan yang amat penting. Salah satu pemimpinnya adalah Al-Razi, ahli penyakit dalam termasyhur.
RS terkemuka lainnya di Baghdad adalah Al-Adudi yang dibangun pada 981 M, setelah Khalifah Adud Al-Dawlah. Bangunan RS merupakan paling megah di Baghdad sebelum era modern. RS tersebut dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang paling lengkap dan terkemuka pada masanya. RS itu hancur lebur ketika bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan menyerang Baghdad pada 1258 M.
Ilmu kedokteran Islam juga berkembang di Mesir. Pada 872 M, Ahmed Ibn-Tulun membangun RS Al-Fusta di kota Al-Fustat, sekarang Kairo. Pada 1284 M, Khalifah Al-Mansur Qalawun juga membangun RS terkemuka bernama Al-Mansuri. Di Tunisia, pada 830 M, Pangeran Ziyadad Allah I membangun RS Al-Qayrawan di wilayah kota Al-Dimnah. RS ini sudah menerapkan pemisahan antara ruang tunggu pengunjung dan pasien.
Di Marokko, pada 1190 M, Khalifah Al-Mansur Ya'qub IbnuYusuf, membangun RS Marakesh. Itu adalah RS terbesar da terindah karena dihiasi taman yang penuh dengan bunga dan pohon buah-buahan. Ilmu medis juga berkembang pesat di Spanyol. Pada 1366 M, Pangeran Muhammed Ibn-Yusuf Ibn Nasr, membangun RS Granada di kota Granada.
Kontribusi Dokter Muslim
Bakteriologi
Ilmu yang mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri. Dokter Muslim yang banyak memberi perhatian pada bidang ini adalah Al-Razi serta Ibnu Sina.
Anesthesia
Suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Ibnu Sina tokoh yang memulai mengulirkan ide menggunakan anestesi oral. Ia mengakui opium sebagai peredam rasa sakit yang sangat manjur.
Surgery
Bedah atau pembedahan adalah adalah spesialisasi dalam kedokteran yang mengobati penyakit atau luka dengan operasi manual dan instrumen. Dokter Islam yang berperan dalam bedah adalah Al-Razi dan Abu al-Qasim Khalaf Ibn Abbas Al-Zahrawi.
Ophthamology
Cabang kedokteran yang berhubungan dengan penyakit dan bedah syaraf mata, otak serta pendengaran. Dokter Muslim yang banyak memberi kontribusi pada Ophtamology adalah lbnu Al-Haytham (965-1039 M). Selain itu, Ammar bin Ali dari Mosul juga ikut mencurahkan kontribusinya. Jasa mereka masih terasa hingga abad 19 M.
Psikoterapi
Serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Dokter Muslim yang menerapkan psikoterapi adalah Al-Razi serta Ibnu Sina.
Label: Islam
BIMARISTAN: Konsep Ideal Rumah Sakit Islam
0 komentar Diposting oleh aanchoto di Kamis, Maret 20, 2008Republika Selasa, 18 Maret 2008
Sebelum Islam datang dan mencapai masa kejayaannya, dunia ternyata belum mengenal konsep rumah sakit (RS), seperti saat ini. Bangsa Yunani, misalnya, merawat orang-orang yang sakit di petirahan yang berdekatan dengan kuil untuk disembuhkan pendeta. Proses pengobatannya pun lebih bersifat mistis yang terdiri dari sembahyang dan berkorban untuk dewa penyembuhan bernama Aaescalapius.
Menurut Ketua Institut Internasional Ilmu Kedokteran Islam, Husain F Nagamia MD, sederet RS baru dibangun dan dikembangkan mulai awal kejayaan Islam. Pada masa itu tempat mengobati dan merawat orang yang sakit dikenal dengan sebutan `Bimaristan' atau 'Maristan'. ''Ide membangun RS sebagai tempat merawat orang sakit mulai diterapkan pada awal kekhalifahan Islam,'' papar Husain.
RS pertama dibangun atas permintaan Khalifah Al-Walid (705 M - 715 M) - seorang khalifah dari Dinasti Umayyah. Tempat perawatan yang dikenal dengan nama `Bimaristan' itu disediakan tak hanya pagi penderita leprosoria tapi juga bagi penderita lepra yang saat itu merajalela. Untuk merawat para pasien itu, khalifah menggaji tenaga perawat dan dokter.
''RS Islam pertama yang sebenarnya dibangun pada era kekuasaan Khalifah Harun Al-Rasyid (786 M - 809 M),'' ungkap Husain. Setelah berdirinya RS Baghdad, di metropolis intelektual itu mulai bermunculan RS lainnya. Konsep pembangunan beberapa RS di Baghdad itu merupakan ide dari Al-Razi, dokter Muslim terkemuka.
Dalam catatan perjalanannya, seorang sejarawan bernama Djubair sempat mengunjungi Baghdad pada 1184 M. Ia melukiskan, RS yang ada di Baghdad seperti sebuah `istana yang megah'. Airnya dipasok dari Tigris dan semua perlengkapannya mirip istana raja. Menurut Dr Hossam Arafa dalam tulisannya berjudul Hospital in Islamic History pada akhir abad ke-13, RS sudah tersebar di seantero Jazirah Arabia.
Pada era keemasan, RS Islam yang tersebar di kawasan Arab itu memiliki karakteristik yang khas. Pertama, RS Islam melayani semua orang tanpa membedakan warna kulit, agama, serta latar belakang asal usul lainnya. RS Islam dikelola pemerintah. Direkturnya biasanya seorang dokter. Di RS itu semua dokter dengan keyakinan agama yang berbeda bahu-membahu bekerja sama untuk menyembuhkan pasiennya.
Kedua, sudah menerapkan pemisahan bangsal. Pasien pria dan wanita menempati bangsal yang terpisah. Penderita penyakit menular juga dirawat di tempat yang berbeda dengan pasien lainnya. Ketiga, pembagian perawat. Perawat pria bertugas merawat pria dan perawat wanita merawat pasien wanita.
Keempat, memperhatikan kamar mandi dan pasokan air. Shalat lima waktu merupakan rukun Islam yang wajid bagi setiap Muslim. Baik dalam kondisi sehat maupun sakit, shalat tetap merupakan sebuah kewajiban. Meski begitu, orang yang sakit mendapat keringan untuk melaksanakan shalat berdasarkan kemampuan fisiknya.
Bagi mereka yang tak mampu, bisa shalat sembari tidur di atas kasur. Sebelum menunaikan ibadah shalat, setiap Muslim harus berwudhu membersihkan muka, tangan, kepala dan kaki. Untuk memenuhi kebutuhan itu, RS menyediakan air yang melimpah dengan dilengkapi fasilitas kamar mandi.
Kelima, tak sembarang dokter bisa berpraktik di RS. Hanya dokter-dokter yang berkualitas yang diizinkan untuk mengobati pasien di RS. Khalifah Al-Mugtadir dari Dinasti Abbasiyah sangat memperhatikan betul kualitas dokter yang bertugas di RS. Untuk memastikan semua dokter berkualitas, khalifah memerintahkan kepala dokter istana, Sinan Ibn-Thabit untuk menyeleksi 860 dokter yang ada di Baghdad.
Dokter yang mendapat izin praktik di RS hanyalah mereka yang lolos seleksi yang ketat. Tak hanya di Baghdad, khalifah juga memerintahkan Abu Osman Sa'id Ibnu Yaqub untuk melakukan seleksi serupa di wilayah Damaskus, Makkah dan Madinah. Hal itu dilakukan, lantara dua kota suci itu setiap tahunnya dikunjungi jamaah haji dari seluruh dunia.
Keenam, RS Islam pada zaman kekhalifahan tak hanya sekedar tempat untuk merawat dan mengobati orang sakit. RS juga berfungsi sebagai tempat menempa mahasiswa kedokteran, tempat pertukaran ilmu kedokteran, dan pusat pengembangan dunia kesahetan dan kedokteran secara keseluruhan. RS besar dan terkemuka dilengkapi dengan perpustakaan mewah yang memiliki koleksi buku-buku terbaru. Selain itu, RS Islam zaman kekhalifahan juga dilengkapi auditorium untuk pertemuan dan perkuliahan. Di kompleks RS juga berdiri mess atau perumahan untuk mahasiswa kedokteran serta staf RS.
Ketujuh, untuk pertama kalinya dalam sejarah, RS Islam menyimpan data pasien dan rekam medisnya. Konsep itu hingga kini digunakan RS yang ada di seluruh dunia. Kedelapan, selama era Islam ilmu farmasi dan prpfesi apoteker telah berkembang menjadi ilmu dan profesi terkemuka.
Apotek dan apoteker sudah berkembang pesat. Tak heran, jika obat-obatan baru tiap waktu terus bermunculan. Pada saat itu, umat Islam yang menguasai perdagangan telah menjalin kontak dengan bangsa-bangsa terkemuka di dunia. Ilmu kimia yang menopang farmasi juga berkembang pesat.
RS di era keemasan Islam bertugas untuk merawat seluruh pasien baik laki-laki maupun perempuan sampai benar-benar sembuh. Tak hanya itu, seluruh biaya ditanggung pihak RS. Mereka yang dilayani secara prima dan cuma-cuma itu bisa pendatang, orang asing, orang pribumi, kaya atau miskin, bekerja atau pengangguran, bodoh atau pintar, cacat atau normal diperlakukan secara sederajat dan adil.
Tak ada persyarakat tertentu dan pembayaran. Tak ada pasien yang ditolak untuk dirawat dan berobat. Semua pelayanan di RS itu dilakukan dengan mengharap keridhaan Sang Pencipta, Allah SWT. Lagi-lagi, Islam lebih dulu unggul dan maju dibanding Barat.
Konsep RS Islam di era keemasan yang begitu modern itu kemudian ditiru dan dijadikan model oleh bangsa-bangsa di Eropa. Tak cuma itu, Barat juga banyak mempelajari kitab-kitab kedokteran yang dihasilkan para dokter Muslim. Adakah RS Islam di Indonesia yang meniru konsep RS di era keemasaan Islam itu?
Label: Islam
RS Islam: Cikal-Bakal Pelayanan Berstandar Tinggi
0 komentar Diposting oleh aanchoto di Kamis, Maret 20, 2008Republika Selasa, 18 Maret 2008
Pelayanan berstandar tinggi merupakan salah ciri utama rumah sakit (RS) Islam di era kekhalifahan. Pencapaian gemilang di era keemasan itu tak pernah tertandingi bangsa dan peradaban lainnya. Para khalifah memberi perhatian secara khusus tak hanya pada pendidikan namun juga taraf kesehatan rakyatnya.
Bukan tanpa alasan jika pemerintahan Islam di era keemasan menerapkan pelayanan kesehatan tinggi bagi rakyatnya. Para khalifah menyadari bahwa kesehatan merupakan bagian dari peradaban sebuah bangsa. Apalagi umat Islam meyakini bahwa setiap penyakit ada obatnya. Sehingga membutuhkan ilmu kedokteran yang dapat menyembuhkan penyakit dengan standar pelayanan yang bagus.
Apalagi, ketika itu masyarakat Muslim hidup dalam kemakmuran. Mereka pasti akan mencari pengobatan yang terbaik. Selain itu, pada era keemasan ilmu pendukung kedokteran dan kesehatan tengah berkembang dengan begitu pesat. Maka, melayani kesehatan masyarakat dengan standar yang tinggi merupakan sebuah keharusan.
Pelayanan kesehatan berstandar pada era keemasan Islam juga ditopang dengan prestise dokter yang tinggi. Kala itu, para dokter dibayar dengan gaji yang sangat tinggi. Selain itu, setiap orang dari berbagai status memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi dokter.
Meski begitu, upaya yang harus ditempuh untuk menjadi seorang dokter tidaklah mudah. Seseorang bisa diterima menjadi mahasiswa kedokteran apabila menguasai studi Islam, filasafat, astronomi, seni, kimia, dan lainnya. Dokter adalah orang yang bijak dan berpengetahuan.
Tingginya standar pelayanan RS juga didukung keterlibatan dan keberpihakan penguasa dalam mengelola layanan publik. Para khalifah membangun RS di wilayah kekuasaan didasarkan atas alasan agama, keabadian, dan politik. Secara agama tentu alasannya ibadah. Dari sisi keabadian, dengan membangun RS para pemimpin itu ingin tetap dikenang. Sedangkan dari kaca mata politik, ingin menunjukan sebagai pemimpin memperhatikan nasib rakyatnya. Apapun alasannya, rakyat menikmati fasilitas kesehatan berstandar tinggi itu.
Selain itu, pelayanan kesehatan berstandar tinggi itu juga didukung dengan pendanaan yang cukup. Para penguasa mengalokasikan dana untuk operasional RS. Selain itu, RS beroperasi dengan batuan dan donasi serta wakaf dari umat Islam ketika itu. Sudah semestinya, konsep ideal ini ditiru para pemimpin dan penguasa saat ini.
RS Islam Terkemuka di Era Keemasan
Damaskus: RS Al-Nuri -- RS terkemuka pertama yang didirikan pada tahun 706 M. Yerusalem: RS Al-Salahani dibangun pada 1187 M. Awalnya bernama RS Saint John. RS itu hancur diguncang gempa bumi pada 1458 M. Irak : RS Baghdad didirikan Khalifah Al-Mansur pada 776 M. Pada 918 M, Khalifah Al-Mugtadir mendirikan dua RS yakni, Al-Sayyidah dan Al- Mugtadiri. Pada 981 M berdiri pula RS Al-Adudi. Mesir : RS Al-Fusta. Berdiri di kota Fustat pada 872 M pada masa kekuasaan Ahmed Ibnu Tulun. Pada tahun 1284 M, Raja Al-Mansur Qalawun membangun RS Al-Mansuri Hospital. Tunisia: RS Al-Qayrawan, berdiri di kota Qayrawan pada 830 M dibangun Pangeran Ziyadat Allah I. Moroko: RS Marakech. Didirikan pada 1190 M oleh Raja Al-Mansur Ya'qub Ibn-Yusuf di kota Marakech. Spanyol: RS Granada. Dibangun pada 1366 M oleh Pangeran Muhammed Ibnu-Yusuf Ibnu Nasr.
Label: Islam
- Tipe CPU : " Pintar, pemikir, tidak banyak bicara tapi mengerjakan banyak hal,(ngga tau apa yang dikerjakan)"
- Tipe Monitor : " Genit, senangnya diperhatikan, suka pamer, (padahal belum tentu yang dipamerin bagus). "
- Tipe Keyboard : " Senang di pegang, di tekan dan dipencet diberbagai lokasi (awas, salah tekan bisa kena jitak). "
- Tipe Mouse : " Pas dan enak di genggam, dingin-dingin empuk ! "
- Tipe Windows : " Tampak luar bagus, dalamnya penuh bugs. "
- Tipe Linux-console : " Tampak luar jelek, dalamnya `handal'. "
- Tipe XWindows : " Luar dalam bisa dihandalkan . . "
- Tipe DOS : " . . . . . wajah tidak cantik, belum tentu hatinya baik ! "
- Tipe UNIX : " Diam-diam, multi user "
he…he…he…(smalam group)
Label: Humor
Oleh : Niko Arise
Sekarang sudah hampir kepada babak yang menentukan. Ya! Apalagi kalau bukan UAN. Seperti yang penulis pernah utarakan dalam tulisan sebelumnya, UAN tetap saja menjadi momok siswa.
Mendekati hari-hari yang menegangkan dan sangat melelahkan, di raut muka sekolah tak tampak satu hal yang beda dari hari-hari sebelumnya. Suasana sekolah yang terletak agak jauh dari keramaian ini masih biasa-biasa saja. Sepertinya tak ada perjuangan untuk menghadapi babak grand final yang akan datang. Ada apakah gerangan?
Selidik punya selidik, ada hal lain yang cukup mencengangkan. Bukan hanya suasana yang begitu enjoy, tapi lihat saja sejak pagi hari. Jam sudah menunjukkan jam 07.30, siswa-siswa masih dengan santai berjalan melenggang-lenggok menuju sekolah. Seolah-olah mereka sekolah di tempat swasta, tanpa ada rasa cemas akan datang terlambat. Bukan hanya siswa saja, tapi guru juga sering terlambat, apalagi pada saat pergantian jam pelajaran. Selain itu, organisasi-organisasi sekolah tak satupun yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan. apalagi OSIS, sebagai sarana aspirasi siswa, seolah-olah mati suri.
Terlepas dari itu semua, hal ini adalah efek dari tak adanya figure seorang pemimpin di sekolah kami. Dengan kepergian seorang Drs. Erwin Umar M.Pd, menyebabkan perubahan yang sangat besar. Boleh dibilang kalau ini merupakan salah satu revolusi, namun satu revolusi yang bernilai negatif.
Bukannya penulis bermaksud terlalu membesar-besarkan nama mantan Kepala Sekolah SMA yang telah mendapat kepercayaan Dinas Pendidikan untuk menjalankan program SKS ini, bukan pula untuk menimbulkan negative image untuk terhadap guru dan siswa, tapi untuk situasi yang sangat rawan ini penulis mencoba beraspirasi untuk mencurahkan semua yang ada di sekitar lingkungan sekolah. SMA Negeri 1 IV Angkek sangat membutuhkan seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang bisa meng-handle sekolah yang namabnya telah dikenal di pelosok Sumbar. Seorang Guru yang bisa membawa siswanya memperoleh prestasi yang gemilang. Seorang Imam yang akan memimpin Makmum untuk beribadah.
Memang kesadaran yang hakiki itu datang dari lubuk hati yang paling dalam. Tapi, tak bisa dipungkiri bahwa kesadaran itu tak akan datang dengan sendirinya. Harus ada suatu acuan dan pengangan yang kokoh. Seperti padi, apabila kita cuma menyemaikan benih di sawah memang padi itu akan tumbuh. Tapi, tanpa ada perawatan dari seorang petani, padi itu tak akan menghasilkan beras yang berkualitas sempurna. Nah, seorang petani yang akan merawat padi inilah yang kami butuhkan.
Melalui tulisan ini, penulis berharap ada yang bisa mendengar bisikan di tengah keramaian ini, semoga orang-orang yang memiliki andil segera menempatkan Pemimpin di kerajaan ilmu pengetahuan kami. Tentu, dengan harapan pemimpin yang kami butuhkan bukan sembarang pilih, yang mampu menghadapi tantangan yang sangat keras, sehingga tak lagi terjadi vacuum of power di sekolah yang memiliki kenangan tersendiri bagi alumninya.
Label: Opinion
Oleh Niko Arise (calon peserta UN)
Siapa yang tidak tahu tentang UAN / UN ?. hampir semua kalangan, baik dari unsur pendidikan maupun non pendidikan mengetahui mengenai hal yang 2 tahun terakhir hangat dibicarakan pada beberapa media masa.
UN (Ujian Nasional) merupakan ajang penentuan nasib para siswa, terutama siswa SMA. Usaha dan perjuangan selama 3 tahun dipertaruhkan. Kelulusan siswa menentukan arah dan tujuan masa depan yang akan dihadapi. Boleh dikatakan UN adalah tiket pribadi yang akan datang.
Siswa dihadapkan atas ujian yang berat. Otak dan mental harus berkerja ekstra keras. Seseorang yang akan mengikuti kualifikasi ini harus mengisi amunisi sepenuh-penuhnya. Untuk itu diperlukan persiapan yang matang. Strategi, ilmu, kemampuan dan fisik harus siap tempur, karena semua hal tersebut berpengaruh terhadap kesiapan mengikuti UN. Walaupun kita siap secara materi pembelajaran, mental dan kesehatan juga dibutuhkan untuk mengikuti UN.
Persiapan dalam mengahadapi UN bukan berarti segala hal dihalakan. Kecurangan dalam UN tidak akan memberikan kontribusi besar, tetapi akan berefek negative terhadap diri sendiri. Hal ini disebabkan karena setelah UN akan diadakan SPMB, yang merupakan UN kedua.
Bagaimanakah pemerintah berperan dalam hal ini ? pemerintah bersama Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan berbagai kebijakan mengenai hal ini. Mulai dari menetapkan standar kelulusan yang dari tahun ke tahun meningkat, sampai ke standarisasi peralatan UN dengan kertas ABO dan pensil 2B. dalam hal ini, kita harus memandang efektivitas kebijakan–kebijakan tersebut.
Memandang suatu masalah tidak boleh hanya dari satu sisi. Hal itu juga berlaku disini. Berbagai kontroversial melanda masalah nasional tersebut. Akhir tahun pelajaran 2006/2007 indonesia dikejutkan dengan protes orang tua dan siswa tentang standar kelulusan yang tidak efektif. Bahkan yang lebih mengherankan salah seorang siswa yang menjadi pemenang olimpiade sains tingkat SMA tidak lulus UN.
Sedangkan pihak lain berpendapat bahwa standar kelulusan dengan 3 mata pelajaran merugikan siswa. Mereka berprinsip bahwa 3 mata pelajaran yang diujikan itu tidak bias menjadi standar karena belum tentu semua siswa ahli di bidang tersebut. Akibatnya mereka yang berkemampuan sedang namun menonjol di pelajaran lain bias terancam tidakj lulus. Ada yang berpendapat bahwa nilai yang diperjuangkan selama tiga tahun ,enjadi sia-sia hanya dalam 3 hari. Nada-nada sinis lainnya juga menghantui departemen pendidikan dan pemerintah.
Dari sekian banyak kebijakan mengenai UN, kita tidak perlu ambil pusing. Sejak kelas 1 SMA, siswa harus mempersiapkan diri secara matang. Selain itu juga dibutuhkan partisipasi orang tua, guru dan masyarakat untuk memberi dukungan kepada para peserta UN. Keberhasilan mereka adalah generai muda sebagai pilar-pilar bangsa.
Label: Opinion
1. ALKANA
Kegunaan alkana :
a. Bahan Bakar : elpiji, kerosin, bensin, dan solar.
b. Pelarut : ptrolium eter dan nafta digunakan sebagi pelarut dalam industri atau pencucian kering (Dry Cleaning).
c. Sumber Hidrogen : Industri Amonia dan pupuk.
d. Pelumas : alkan suku tinggi (jumlah karbon tiap molekulnya cukup besar) misalnya C18H38.
e. Bahan Baku Senyawa Organik lain : untuk sintesis berbagai senyawa organik seperti asam cuka, alkohol.
f. Bahan Baku Industri : minyak bumi dan gas alam untuk bahan baku plastik, deterjen, karet sintesis, minyak rambut, obat gosok.
2. ALKENA
Kegunaan alkuna :
Membuat karet sintesis, plastik dan alkohol.
3. ALKUNA
Kegunaan alkena :
Alkuna mempunai nilai ekonomis paling penting hanyalah etuna, yang disebut asetilena (C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
4. HALOALKANA
Haloalkana mempunyai kegunaan praktis dalam berbagai bidang, misalnya sebagai zat anestesi, perlarut, dan bahan antiseptik.
a. Sebagai Zat Anestesi
Kloroform (CHCl3) pernah digunakan sebagai obat bius karena menyebabkan kerusakan hati tetapi sekarang diganti dengan siklopropana(C3H6), bahan ini bersifat toksik(racun) dan digantikan lagi dengan Halotan yaitu 2-bromo-2-2kloro-1,1,1-trifluoroetana (CF3CHClBr), yang bersifat tidak toksik, tidak mudah terbakar dan lebih nyaman bagi pasien.
Kloroetana (C2H5Cl) digunakan sebagai anetesi lokal. Daya anestesi yang mudah menguap sehingga menurunkan suhu kulit dan membuat syaraf kurang sensitif.
b. Sebagai Antiseptik
Idioform (CHI3) adaah suatu zat berwarna kuning, bebau khas dan digunakan sebagai antiseptik
c. Sebagai Pelarut
Tetraklorometana(CCl4) adalah suatu zat cair tak berwarna. Zat ini digunakan untuk melarutkan lemak dan oli dan dalam pencucian kering (dry cleaning). Tetapi jika terpapar terlalu lama akan meyebabkan kerusakan hati dan ginjal.
d. Sebagai Pemadam Api
Alkan terhalogenasi sempurna seperti karbon tetraklorida, CCI4, dan bromoklorodifluorometana (BCF) dapat memadamkan api . zat-zat tersebut mempunyai massa jenis yang cukup besar sehingga dapat mengusir udara dan memadamkan api, tetapi pada suhu tinggi CCI4 dapat bereaksi dengan air membentuk fosgen (COCl2), suatu gas yang sangat beracun.
BCF juga dapat merusak ozon dilapisi statosfir sehingga penggunakan bahan tersebut dilarang.
e. Sebagai Klorofluorokarbon (CFC) dan Freon
Senyawa klorofluorokarbon (CFC) adalah suatu golongan senyawa sistesis yang mengandung karbon, klorin dan flourin. Senyawa ini bersifat stabil dan tidak mudah terbakar,tidak korosif, relatf tidak beracun, mudah dibuat, dan relatif murah. Contonya freon-11(CCl3F) dan freon-12(C2Cl2F2). Pada tahun 1970-an para ahli menyatak bahwa senyawa ini menyebabkan kerusakan lapisan ozon pada statosfir oleh sebab itu freon (CFC) dilarang penggunaannya.
f. Senyawa Haloalkana
Vinilklorida dan Kloroprena merupakan bahan dasar pada industri plastik dan karet sintesis.
5. ALKOHOL
Kegunaan alkoho :
a. Metanol
Pada suhu kamar, metanol berupa zat cair bening, mudah menguap dan berbau seperti alkohol biasa. Metanol tergolong zat yang sangat beracun. Dosis tunggal 30 mL dapat meyebabkan kebutaan permanen bahkan kematian. Keracunan metanol dapat juga terjadi karena menghirup uapnya ataupun terkena kulit. Kebutaan akibat keracunan metanol disebabkan oleh pembentukan formaldehida (HCHO) atau asam format (HCOOH) yang dapat merusak retina mata.
Sebagian besar produksi metanol diubah menjadi metanal (formaldehida) yang pada akhirnya digunakan untuk membuat plastik. Metanol dicampurkan dengan bensin sampai kadar 15% tanpa mengubah konstruksi mesin kendaraan. Pemabakaran Metanol lebih bersih daripada minyak bumi.
b. Etanol
Etanol adalah alkohol biasa dan merupakan alkohol yang paling banyak diproduksi. Pada suhu kamar, etanol berupa zat cair bening, mudah menguap dan berbau khas. Dalam kehidupan sehari-hari, etanol dapat kita temukan dalam spritus, dalam alkohol rumah tangga (alkohol 70 % yang digunakn sebagi pembersih luka), dal minuman beralkohol. Etanol bersifat memabukkan dan menyebabkan kantuk karena menekan aktivitas otas atas. Etanol juga besifat candu, orang yang sering minum alkohol akan menjadi ketagihan dan sukar untuk meninggalkan alkohol.
Alkohol teknis dibuat melalui fermentasi tetes tebu atau dari hidrasi etena dengan katalis asam sulfat pekat. Penggunaan alkohol teknis adalah untuk menbuat etanal(asetaldehida), sebagi pelarut, sebagai bahan bakar, dan untuk membuat berbagi jenis senyawa organik.
6. ALDEHIDA
Kegunaan aldehid :
a. Untuk membuat formalin. Formalin yaitu larutan 40% formaldehida dal air. Formalin digunakan untuk mengawetkan contoh biologi dan mengawetkan mayat tetapi tidak boleh digunakan untuk mengwetkan makanan.
b. Untuk membuat berbagai jenis termoset (plastik yang tidak meleleh pada pemanasan).
7. ETER
Kegunaan eter :
Sebagai pelarut dan obat bius (anestesi) pada operasi. Dietil eter adalah obat bius yang diberikan melalui pernafasan, metil ters-butil eter (MTBE) sebagai zat aditif bensin yaitu untuk menaikkan nilai oktan.
8. KETON
Keton yang paling banyak penggunaanya adalah propanon yang nama dagangnya adalah aseton. Kegunaan aseton antara lain adalah sebagai pelarut, khususnya untuk zat-zat non polar dan kurang polar. Dalam kehidupan sehari-hari, kaum wanita menggunakan untuk membersihkan pewarba kuku (kutek). Beberapa keton siklik merupakan bahan farfum karena bebrbau harum.
9. ASAM KARBOKSILAT
Kegunaan asam karboksilat :
a. Asam Format (Asam Semut)
Asam format adalah cairan tidak berwarna, berbau tajam, mudah larut dalam air, alkohol dan eter. Dalam jumlah kecil juga terdapat pada keringat. Dalam industri, asam format di buat dari karbon monoksida dengan uap air yang dialirkan melaui katalis (oksida logam) pada suhu sekitar 200C dan tekanan tinggi. Asam format tergolong asam lemah tetapi merupakan asam terkuat diantara asam alkanoat. Asam format banyak digunakan dalam industri tekstil, penyamakan kulit dandiperkebunan karet untuk menggumpalkan lateks (getah pohon karet).
b. Asam Asetat (Asam Cuka)
Asam asetat adalah asam yang terdapat dalam cuka. Kadar asam asetat yang terdapat dalam cuka makan sekitar 20-25%. Asam asetat murni yang disebut asam asetat glasial, merupakan cairan bening tak berwarna, berau sangat tajam, membeku pada suhu 16.60C, membentuk kristal yang menyerupai es atau kaca.
Label: Kimia